Dinas Perkebunan Lahat menggandeng petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan melalui forum sosialisasi branding kopi Lahat berkelanjutan untuk memperkuat daya saing di pasar nasional dan global, Rabu (8/10/2025). Foto: Istimewa
Lahat, LintangPos.com — Semangat kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan pelaku usaha kembali digaungkan dalam upaya mengangkat pamor kopi Lahat sebagai produk unggulan Sumatera Selatan.
Melalui kegiatan Forum Komunikasi Publik bertajuk “Sosialisasi Branding Kopi Lahat yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing”, Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat mengajak seluruh pihak untuk bersatu memperkuat identitas kopi lokal di pasar nasional maupun internasional.
Acara yang diikuti lebih dari 50 peserta ini mempertemukan beragam kalangan—mulai dari petani, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan—yang memiliki satu visi: menjadikan kopi Lahat sebagai ikon daerah yang mampu bersaing dengan brand kopi ternama lainnya.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, Vivi Anggraeni, SSTP, mengungkapkan bahwa sektor perkebunan kopi di Lahat memiliki potensi ekonomi besar yang belum sepenuhnya tergarap.
“Luas lahan kopi kita saat ini mencapai sekitar 54 ribu hektare dengan produksi tahunan sekitar 25 ribu ton. Tantangannya bukan hanya pada produksi, tetapi juga menjaga kualitas dan kesinambungan agar kopi Lahat bisa naik kelas,” ujar Vivi.
Pemerintah daerah kini berfokus memperkuat sektor hulu, mulai dari peningkatan mutu biji, perbaikan tata kelola perkebunan, hingga penerapan praktik berkelanjutan.
BACA JUGA: Polsek Belitang III Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Desa
Sementara itu, Martin Luseva, SP, Kabid P2HP Dinas Perkebunan Lahat, menambahkan bahwa terdapat sekitar 60 brand lokal kopi yang telah tumbuh di wilayah tersebut.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi seperti ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan nilai tambah, dan memperluas jejaring kemitraan antara petani dan pelaku industri.
Sebagai narasumber utama, Zaid Ismed, Ketua Dewan Kopi Sumsel, menegaskan bahwa kekuatan sebuah brand kopi terletak pada konsistensi kualitasnya.
“Petani harus memahami seluruh rantai produksi—mulai dari cara menanam, panen, hingga pasca panen. Semua itu menentukan cita rasa dan karakter kopi yang bisa dibanggakan,” jelasnya.
Page: 1 2
Polres Empat Lawang menetapkan seorang oknum kepala desa di Kecamatan Lintang Kanan sebagai tersangka kasus…
Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi mengungkap kasus dugaan karhutla di Desa Seguli Kecil…
Ketua DPRD Empat Lawang Darli berharap jumlah barang bukti ganja dan sabu-sabu terus menurun serta…
Polsek Tebing Tinggi mengamankan seorang pria terkait dugaan pencurian 20 janjang sawit senilai Rp1,2 juta…
Kejaksaan Negeri Empat Lawang memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum…
Bupati Joncik Muhammad meminta Kejari Empat Lawang mengkaji persoalan HGU perkebunan dan membantu optimalisasi BPHTB…