Menurut Hartono, apabila buah kurma tersebut tumbuh dengan baik dan memiliki rasa yang manis, maka tanaman ini berpotensi dijadikan contoh untuk dikembangkan lebih luas.
Dinas pertanian nantinya dapat menjadikannya sebagai bahan kajian pengembangan tanaman kurma di Kepahiang maupun daerah lain di Bengkulu.
“Pemerintah daerah akan terus mengamati proses pematangan buah ini sampai benar-benar masak. Dari situ bisa menjadi alat ukur dan referensi bagi dinas pertanian,” tutup Hartono.
BACA JUGA: Kemenag Kepahiang Gaspol Digitalisasi Lewat Bimtek SRIKANDI 3.1
Berbuahnya kurma di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah kini bukan hanya menjadi daya tarik warga, tetapi juga membuka harapan baru bagi pengembangan komoditas tanaman alternatif di Kabupaten Kepahiang.
Jika berhasil, bukan tidak mungkin kurma akan menjadi ikon pertanian baru dari Bengkulu. (*/red)
Page: 1 2
Pemkab Empat Lawang menggelar Rakoret seluruh OPD membahas Manajemen Talenta, persiapan Mal Pelayanan Publik, MoU…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin menegaskan nilai Pancasila harus dibumikan dalam birokrasi dan kehidupan…
Polres Empat Lawang mengungkap kasus curas di Tanjung Beringin. Tiga anak berusia 16 tahun diamankan…
Pemkab dan DPRD Empat Lawang menyepakati Perubahan APBD 2026 dengan pendapatan Rp1,137 triliun dan belanja…
Banggar DPRD Empat Lawang memangkas belanja Rp67,29 miliar dalam APBD Perubahan 2026 setelah proyeksi dana…
Rapat Paripurna DPRD Empat Lawang diskor karena dokumen laporan Banggar dan Pansus belum rampung. Sidang…