Kehadiran ruas ini mampu memangkas waktu tempuh Palembang–Banyuasin yang semula lebih dari satu jam melalui jalan nasional menjadi sekitar 30–40 menit, tergantung kondisi lalu lintas.
Di ujung barat Sumatera, Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) telah dibuka secara fungsional sejak 7 Desember 2025 dan akan beroperasi hingga 4 Januari 2026.
Selain mendukung mobilitas masyarakat saat libur panjang, ruas ini juga berperan penting dalam memperlancar distribusi bantuan dan logistik ke wilayah terdampak kondisi darurat di Aceh.
Seluruh pengoperasian fungsional dilakukan secara terbatas dan berada di bawah pengawasan ketat dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan.
Meski belum beroperasi penuh, seluruh infrastruktur telah melalui tahapan pengecekan dan pengamanan agar aman dilalui.
Jam operasional pun bersifat fleksibel dan dapat berubah sesuai diskresi kepolisian.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi terus diperkuat.
“Dalam pengoperasiannya, Hutama Karya berkoordinasi secara aktif dengan Kepolisian dan instansi terkait untuk menjaga kelancaran lalu lintas serta kenyamanan dan keamanan semua pengguna jalan,” ujarnya.
Selain itu, Hutama Karya menyiagakan petugas layanan, meningkatkan patroli, serta melengkapi rambu dan perlengkapan keselamatan tambahan.
Pengguna jalan diimbau mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kondisi fisik, dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Dengan hadirnya tol dan junction fungsional ini, libur Nataru di Sumatera diharapkan tak lagi identik dengan perjalanan panjang dan kemacetan, melainkan perjalanan yang lebih lancar, aman, dan nyaman. (*/red)





