Ringkasan Berita:
° Lima kepala desa di Kabupaten OKU Selatan, Sumsel, dinyatakan positif narkoba usai tes urine massal yang digelar BNN OKU Timur.
° Meski begitu, kelimanya tidak diproses hukum dan akan diarahkan menjalani rehabilitasi sebagai bagian program Sumsel Bersih Narkoba.
OKU SELATAN, LINTANGPOS.com – Upaya pemberantasan narkoba di tingkat desa kembali menjadi sorotan.
Kali ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) OKU Timur mengungkap fakta mengejutkan: lima kepala desa (kades) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, dinyatakan positif narkoba.
Kepala BNN OKU Timur, AKBP Efriyanto Tambunan, membenarkan temuan tersebut setelah pihaknya menerima hasil tes urine yang dilakukan pada Desember 2025 lalu.
Hasil resmi rilis diterima pada Januari 2026.
“Benar, ada lima kades di OKU Selatan yang positif narkoba,” ujar Efriyanto, Senin (19/1/2026).
Meski demikian, kelima kades tersebut tidak akan diproses secara hukum.
BACA JUGA: Ditangkap Polisi, Terduga Bandar Narkoba Tewas di Rumah Sakit
BNN memilih pendekatan rehabilitatif dengan mengarahkan mereka mengikuti program pemulihan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Peserta yang positif akan kami fokuskan pada upaya rehabilitasi agar dapat kembali ke jalur yang benar,” jelasnya.
Tes urine ini merupakan kegiatan berskala besar yang melibatkan seluruh kepala desa di OKU Selatan serta Ketua Koperasi Merah Putih.
Program tersebut digelar atas kerja sama BNN OKU Timur dengan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan.
Dari total 1.260 peserta yang terdaftar, sebanyak 1.228 orang hadir mengikuti tes, sementara 32 peserta tercatat tidak hadir.
“Dari hasil tes itulah ditemukan lima orang terindikasi positif narkoba,” kata Efriyanto.
BACA JUGA: Operasi Penindakan Kasus Narkoba Digagalkan Massa, Polisi Terpaksa Mundur
Identitas dan asal desa kelima kades tersebut tidak diungkap ke publik.
Menurut Efriyanto, hal itu merupakan bagian dari kerahasiaan dalam proses rehabilitasi.
“Kami tidak bisa menyebutkan dari desa mana. Yang pasti, semuanya akan mengikuti rehabilitasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Efriyanto menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Provinsi Sumsel dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
“Ini menunjukkan bahwa narkoba sudah masuk desa. Karena itu, langkah ini penting untuk melindungi masyarakat dan mewujudkan Sumsel bersih dari narkoba,” ujarnya.
BNN OKU Timur, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan serta memberikan dukungan penuh agar program ini berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata, khususnya di wilayah OKU Selatan.
“Targetnya jelas, OKU Selatan bebas dari narkoba,” pungkas Efriyanto. (*/red)






