Ringkasan Berita:
Aksi pencurian mesin sumur bor kembali terjadi di Desa Batu Lintang, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang. Dua mesin milik warga dilaporkan hilang dalam waktu berdekatan. Polisi telah melakukan olah TKP dan penyelidikan masih berlangsung.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Aksi pencurian kembali menghantui warga Desa Batu Lintang, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang.
Kali ini, sasaran pelaku bukan kendaraan atau barang elektronik, melainkan mesin sumur bor milik warga yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan air bersih.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/1/2026) dan langsung menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Dalam laporan yang diterima aparat kepolisian, sedikitnya dua unit mesin sumur bor dilaporkan hilang dicuri.
Mesin tersebut masing-masing milik Endang Sugianto dan Robial Adi Nata, warga Desa Batu Lintang.
Kedua mesin diketahui diletakkan di luar rumah dan berada cukup jauh dari pengawasan pemiliknya, sehingga memudahkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
BACA JUGA: Dini Hari, Duo Maling Antar Kota Tertangkap Saat Beraksi
Bagi warga pedesaan seperti Batu Lintang, mesin sumur bor bukan sekadar alat biasa.
Keberadaannya sangat vital, terutama untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari seperti memasak, mandi, dan keperluan pertanian skala kecil.
Kehilangan mesin tersebut tentu berdampak langsung terhadap aktivitas dan kenyamanan hidup warga.
Kepala Dusun I Desa Batu Lintang, Medi, membenarkan bahwa kasus pencurian di wilayahnya bukan kali ini saja terjadi.
Ia mengungkapkan bahwa aksi pencurian sudah cukup sering terjadi, namun sebagian besar warga memilih untuk tidak melaporkannya ke pihak kepolisian.
“Kasus seperti ini sebenarnya sudah sering. Tapi banyak warga yang enggan melapor, mungkin karena menganggap kerugiannya kecil atau pesimis pelaku bisa tertangkap,” ujar Medi saat dikonfirmasi wartawan.
BACA JUGA: Aksi Maling Panjat Rumah Terbongkar, Polisi Tangkap Buruh Muda
Menurutnya, kebiasaan tidak melaporkan kejadian pencurian justru menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk terus beraksi.
Minimnya laporan resmi membuat data kriminalitas di desa tidak tergambar secara utuh, sehingga upaya pencegahan dan penindakan menjadi kurang maksimal.
Menindaklanjuti laporan warga terkait hilangnya mesin sumur bor tersebut, jajaran Polsek Ulu Musi langsung bergerak cepat.
Petugas kepolisian telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan informasi awal dan mencari petunjuk yang dapat mengarah pada pelaku.
Kapolsek Ulu Musi, Iptu Arsan Fajri, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari masyarakat dan langsung menindaklanjutinya.
“Sudah kami lakukan pengecekan TKP. Ini merupakan tindak lanjut dari laporan pengaduan masyarakat melalui call center 110,” kata Iptu Arsan Fajri.
BACA JUGA: Nekat Maling di Markas Polisi! Satu Babak Belur Ditangkap Warga, Dua Kabur Lewat Atap Rumah
Ia menjelaskan, hingga saat ini identitas pelaku pencurian masih belum diketahui.
Namun demikian, proses penyelidikan terus dilakukan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta mencermati kemungkinan adanya keterkaitan dengan kasus pencurian serupa di wilayah sekitar.
“Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku pencurian mesin sumur bor ini,” tegasnya.
Maraknya pencurian ini turut memunculkan kekhawatiran di kalangan warga Desa Batu Lintang.
Banyak warga mulai merasa tidak aman, terutama mereka yang memiliki mesin air, alat pertanian, atau barang berharga lain yang biasa diletakkan di luar rumah.
Kondisi lingkungan desa yang relatif sepi pada malam hari dan jarak antar rumah yang cukup berjauhan dinilai menjadi faktor pendukung terjadinya tindak kriminal.
BACA JUGA: Viral! Wanita Pirang Dituduh Maling HP di Palembang, Berakhir Laporan UU ITE ke Polisi
Sebagai langkah pencegahan awal, pihak kepolisian melalui kepala dusun telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada.
Salah satu imbauan yang ditekankan adalah agar mesin air atau mesin sumur bor dilepas dan disimpan di tempat aman setelah digunakan.
“Imbauan ini kami sampaikan mengingat lokasi mesin yang jauh dari rumah, kondisi lingkungan yang sepi, serta minimnya pengawasan,” ujar Kapolsek Ulu Musi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, seperti saling mengawasi antarwarga dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.
Pelaporan dini dinilai sangat penting agar aparat kepolisian dapat bergerak cepat sebelum pelaku berhasil melarikan diri atau mengulangi aksinya.
Kasus pencurian mesin sumur bor ini menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
BACA JUGA: Motor Raib Saat ke Pasar, Jejak CCTV Antar Polisi Ringkus Maling Lintas Daerah
Tanpa kerja sama antara warga dan aparat penegak hukum, tindak kejahatan akan sulit ditekan.
Warga Desa Batu Lintang pun berharap, dengan adanya perhatian serius dari pihak kepolisian, pelaku pencurian dapat segera ditangkap dan situasi keamanan di desa kembali kondusif.
Di tengah upaya penyelidikan yang masih berjalan, masyarakat diminta tetap tenang namun waspada.
Kejadian ini diharapkan menjadi momentum bagi warga untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan, sekaligus berani melaporkan setiap kejadian kriminal demi terciptanya rasa aman bersama di Desa Batu Lintang, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang. (*/red)





