Modusnya sederhana tapi mematikan: berbincang dengan santun, mengalihkan obrolan ke pameran, lalu menyisipkan sugesti halus yang membuat korban menuruti semua instruksi.
Seolah-olah tersihir, kedua mahasiswi itu mengikuti pelaku keluar mall dan meninggalkan barang berharganya.
Laptop, dua ponsel, iPhone 15, hingga perhiasan emas raib dalam hitungan menit. Total kerugian mencapai Rp38 juta.
Melacak jejak IW bukan perkara mudah. Namun laporan cepat dari Tim Macan Gading menjadi pemantik bagi Tim Opsnal Serigala Hitam Polres Pagar Alam untuk bergerak.
Setelah penyelidikan dilakukan, informasi penting masuk: pelaku berada di Pagar Alam.
BACA JUGA: Pemkab Empat Lawang Pantau Perbaikan Jalan Provinsi Pagaralam–Kepahiang yang Ambles
Tanpa menunggu lama, dua tim ini bersinergi. Operasi gabungan digelar, dan IW akhirnya dibekuk tanpa perlawanan.
“Setelah kami menerima laporan, kami lakukan penyelidikan hingga mendapat informasi pelaku berada di Pagar Alam,” jelas Ipda Dusman.
Meski IW telah diamankan bersama sejumlah barang bukti, satu rekannya justru menghilang.
Kini ia berstatus DPO, dan pengejaran terus dilakukan untuk membongkar jaringan hipnotis yang diyakini tidak berdiri sendiri.
Di tengah kesibukan mall yang selalu ramai, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kejahatan tak selalu datang dengan wajah tegang.
Kadang ia tersenyum, berbicara lembut, dan datang dari seseorang yang mengaku baru turun dari pesawat.
BACA JUGA: Pemkot Pagaralam Siapkan Rehabilitasi Pasar dan Terminal Nendagung
Polisi memastikan proses hukum berjalan, sementara masyarakat diimbau tetap waspada—sebab kejahatan seperti ini sering kali bekerja dalam senyap. (*/red)






