“Setelah kami menerima laporan, kami lakukan penyelidikan hingga mendapat informasi pelaku berada di Pagar Alam,” jelas Ipda Dusman.
Meski IW telah diamankan bersama sejumlah barang bukti, satu rekannya justru menghilang.
Kini ia berstatus DPO, dan pengejaran terus dilakukan untuk membongkar jaringan hipnotis yang diyakini tidak berdiri sendiri.
Di tengah kesibukan mall yang selalu ramai, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kejahatan tak selalu datang dengan wajah tegang.
Kadang ia tersenyum, berbicara lembut, dan datang dari seseorang yang mengaku baru turun dari pesawat.
BACA JUGA: Pemkot Pagaralam Siapkan Rehabilitasi Pasar dan Terminal Nendagung
Polisi memastikan proses hukum berjalan, sementara masyarakat diimbau tetap waspada—sebab kejahatan seperti ini sering kali bekerja dalam senyap. (*/red)






