Desa Meranti Jaya mulai pembangunan Dana Desa 2025 dengan fokus infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. (*/IST)
KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Suasana di Kantor Desa Meranti Jaya pada Senin, 21 April 2025, terasa berbeda dari biasanya.
Sejumlah perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan instansi terkait berkumpul dalam satu forum penting: musyawarah pra pelaksanaan pembangunan Dana Desa tahun anggaran 2025.
Agenda ini sekaligus ditandai dengan prosesi penentuan titik nol pembangunan—sebuah simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang diharapkan membawa perubahan nyata bagi desa.
Langkah awal ini menjadi penegas komitmen pemerintah desa dalam mengelola Dana Desa secara transparan dan partisipatif.
Berbagai program yang akan dijalankan bukanlah hasil keputusan sepihak, melainkan buah dari aspirasi masyarakat yang sebelumnya dihimpun melalui musyawarah desa.
Dengan kata lain, pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
BACA JUGA: Gotong Royong Warga Desa Seguring Kecil Sambut HUT Empat Lawang
Fokus utama pembangunan tahun ini adalah sektor infrastruktur.
Tiga proyek utama yang akan segera digarap meliputi pembangunan jalan rabat beton, Tembok Penahan Tanah (TPT), serta plat deker.
Infrastruktur ini dinilai krusial untuk menunjang mobilitas warga, memperkuat akses ekonomi, serta mengurangi risiko bencana seperti longsor.
Pejabat sementara Kepala Desa Meranti Jaya dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga warga, untuk turut aktif mengawal dan mendukung pelaksanaan program.
“Kerjasama dan peran aktif semua pihak sangat diperlukan agar seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
BACA JUGA: Desa Pajar Bakti Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Tak hanya pembangunan fisik, pemerintah desa juga tetap memperhatikan aspek sosial melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Tahun ini, sebanyak 12 warga ditetapkan sebagai penerima manfaat.
Kepala desa mengingatkan agar bantuan tersebut digunakan secara bijak, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Page: 1 2
Karhutla Sumsel mencapai estimasi 404,22 hektare hingga 14 September 2026. Sebanyak 319,97 hektare dipadamkan, 84,25…
Polsek Pendopo mengamankan pria berinisial DL alias B dalam kasus dugaan penggelapan motor. Tersangka mengaku…
Polsek Tebing Tinggi bersama tim gabungan bergerak cepat memadamkan Karhutla di Tanjung Kupang untuk mencegah…
Pemkab Empat Lawang menyiapkan perpanjangan PPPK Paruh Waktu. OPD diminta menyerahkan dokumen ke BKPSDM paling…
Bhabinkamtibmas Polsek Tebing Tinggi mengecek pekarangan bergizi sekaligus menyosialisasikan Makmano Karhutla di Tanjung Makmur.
Cik Ujang mendorong GSMP Sumsel lebih terarah dan terukur, dengan penguatan lahan rawa, rantai pasok…