Pemdes Air Pesi menetapkan prioritas APBDes 2026, mulai pembangunan JUT, BLT 4 KPM, hingga program ketahanan pangan. (*/darul)
KEPAHIANG, LINTANGPOS.com — Pemerintah Desa Air Pesi, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, menggelar musyawarah prapelaksanaan kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 di balai desa, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Air Pesi, Sugiharto, beserta perangkat desa.
Turut hadir Camat Seberang Musi Darul Kutni, SE, beserta staf, perwakilan kepolisian, tenaga ahli pendamping desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam musyawarah desa tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat menyepakati sejumlah program prioritas yang akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026.
Di sektor pembangunan fisik, pemerintah desa akan membangun Jalan Usaha Tani (JUT) rabat beton yang dijadwalkan mulai dikerjakan dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, pemerintah desa juga menetapkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 4 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
BACA JUGA: APBDes 2026 Sukasari Fokus Jalan Beton, BLT dan Jagung Pakan
Bantuan tersebut akan dibayarkan selama lima bulan, terhitung sejak Januari hingga Mei 2026, sebesar Rp300 ribu per bulan untuk setiap penerima.
Pada sektor ketahanan pangan, Desa Air Pesi juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp35 juta yang nantinya akan dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kepala Desa Air Pesi, Sugiharto, menjelaskan bahwa jumlah penerima BLT tahun ini mengalami pengurangan akibat keterbatasan anggaran.
“Jumlah penerima BLT tahun ini berkurang drastis dari sebelumnya 39 KPM menjadi hanya 4 KPM. Hal ini disebabkan adanya kebijakan efisiensi anggaran sehingga pemerintah desa harus menyesuaikan program sesuai kebutuhan prioritas masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerima BLT yang tersisa merupakan warga yang masuk kategori miskin ekstrem, terutama kalangan lanjut usia (lansia).
“Penerima BLT sebanyak 4 orang tersebut khusus bagi warga yang masuk kategori miskin ekstrem, terutama para lansia,” tutupnya. (*/drl)
Sejumlah siswa SRT 1 Empat Lawang dipulangkan di tengah persoalan fasilitas. Pemerintah menyiapkan SPAM dari…
Film Semua Akan Baik-Baik Saja menjadi pengingat untuk memahami keluarga, menerima kenyataan, dan tetap memiliki…
Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? mengangkat hubungan ayah dan anak sekaligus menjadi pengingat…
Sat Reskrim Polres Empat Lawang mengamankan dua terduga pelaku Curat setelah perhiasan emas warga Desa…
Joncik Muhammad menyatakan PGRI Empat Lawang tetap berpegang pada konsensus awal dan tidak terpengaruh dinamika…
Joncik Muhammad melantik pengurus PGRI Empat Lawang 2025-2030. Ia menekankan soliditas organisasi, perjuangan guru dan…