Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lubuklinggau, Indra Sulita. Foto: Istimewa
° Pemkot Lubuklinggau memastikan pelantikan 1.761 PPPK Paruh Waktu digelar Desember 2025.
° Anggaran gaji sebesar Rp29 miliar telah disiapkan untuk pembayaran 12 bulan.
° Proses administrasi, termasuk Pertek dan SK, kini dikebut agar tuntas sebelum akhir tahun.
LUBUK LINGGAU, LINTANGPOS.com – Nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kota Lubuklinggau akhirnya menemui titik terang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau memastikan proses pelantikan akan berlangsung pada Desember 2025, setelah seluruh tahapan administrasi dirampungkan.
Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lubuklinggau, Indra Sulita, mengungkapkan bahwa anggaran gaji PPPK Paruh Waktu telah difinalkan bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp29 miliar untuk pembayaran 12 bulan ke depan.
“Pagu anggaran penggajian PPPK paruh waktu di Lubuklinggau dianggarkan sebanyak Rp29 miliar. Itu kita alokasikan untuk 12 bulan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (24/11/2025).
Sementara itu, Kabid Pengangkatan Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Lubuklinggau, M. Adi Dwi Cahyo, menegaskan bahwa proses administrasi terkait pengangkatan PPPK Paruh Waktu masih terus berjalan dan dikebut agar pelantikan bisa digelar sebelum akhir tahun.
BACA JUGA: Harapan PPPK Jadi PNS Tanpa Tes Kian Pupus? Menteri PANRB Buka Suara Soal Wacana Kontroversial!
“Pelantikan akan dikejar bulan depan karena harus selesai akhir tahun. Ada beberapa syarat yang masih diproses dan ada yang harus diperbaiki terlebih dahulu,” jelasnya.
Adi juga menyebut bahwa setelah Persetujuan Teknis (Pertek) diterbitkan, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk penandatanganan Surat Keputusan (SK).
“Proses itu masih berjalan. Ada yang statusnya masih GTS, itu yang kita tunggu. Kalau sudah lengkap, baru kita menghadap Pak Wali untuk pelantikannya,” katanya.
Dari total rencana awal 1.773 orang, terjadi pengurangan karena beberapa peserta meninggal dunia, tidak aktif lagi bekerja, atau mengundurkan diri.
Page: 1 2
Timsus Polres Empat Lawang menggagalkan dugaan penghadangan mobil pembawa pepaya di jalur Pendopo–Pagaralam, Muara Pinang.
Satresnarkoba Polres Empat Lawang mengamankan dua terduga pelaku dan 40 klip sabu seberat bruto 6,85…
Ketua DPW PAN Sumsel Joncik Muhammad menghadiri puncak HUT ke-28 PAN di JICC Jakarta bersama…
Aksi sejumlah pelajar mengendarai motor secara ugal-ugalan hingga dugaan balap liar meresahkan warga Tebing Tinggi,…
Martha Boru Napitupulu menjelaskan alasan pernikahan semarga menjadi pantangan dalam adat Batak.
Pemprov Sumsel mempercepat digitalisasi bansos setelah 4,3 juta KPM baru masuk penerima berdasarkan pemutakhiran data…