Layar cepat dan baterai besar menjadi kombinasi ideal untuk segmen tersebut.
OnePlus 15R bukan ponsel yang buruk. Dengan performa, layar, dan baterai yang kuat, perangkat ini tetap layak mendapatkan penilaian tinggi.
Namun, kekecewaannya bersifat emosional sekaligus strategis.
Dalam upaya menjadi “flagship versi ringan”, OnePlus justru mengorbankan ciri khas seri R sebagai alternatif cerdas dan terjangkau.
BACA JUGA: Xiaomi Nekat Lompat ke Seri 20, Tinggalkan Angka 19 demi Menantang iPhone Ultah ke-20?
Hasilnya adalah ponsel yang terasa kehilangan identitas.
Bagi penggemar lama, OnePlus 15R mungkin menandai akhir dari era ketika seri R menjadi rekomendasi aman bagi siapa saja yang ingin ponsel kencang tanpa harus membayar mahal.
Dan itulah yang membuat kekecewaan ini terasa begitu sulit diterima. (*/red)
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…