Ringkasan Berita:
° Adi (37), pedagang kaligrafi keliling di Palembang, dikeroyok enam orang karena dituduh memecahkan kaca etalase rumah makan.
° Ia mengalami luka lebam dan lecet.
° Polisi sudah menerima laporan dan tengah menyelidiki kasus untuk menangkap para pelaku.
Palembang, LintangPos.com — Seorang pedagang kaligrafi keliling bernama Adi (37) menjadi korban pengeroyokan oleh enam orang di kawasan Jalan Gubernur H. Bastari, Palembang, Senin (3/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.
Saat kejadian, Adi tengah berjalan menjajakan dagangannya.
Menurut keterangan korban, pengeroyokan terjadi setelah dirinya dituduh memecahkan kaca etalase rumah makan milik salah satu pelaku.
“Pelaku ini berjumlah enam orang. Tiba-tiba menghampiri saya dan langsung memukuli saya dengan besi. Saya dituduh sudah memecahkan etalase rumah makan milik salah satu terlapor,” ujar Adi, warga Lorong Habibi, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, Palembang, saat membuat laporan di Polrestabes Palembang.
Adi mengaku tidak mengetahui apa-apa terkait tuduhan tersebut dan kaget ketika sekelompok orang itu langsung menyerangnya.
Beruntung, saat pengeroyokan berlangsung, ada warga yang melintas dan menyelamatkannya.
BACA JUGA: Tak Bayar Open BO, Pria di Batam Dikeroyok Empat Remaja hingga Pingsan
“Ketika saya dipukuli, ada warga yang melintas, Alhamdulillah saya diselamatkan dan langsung melapor ke sini,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, Adi mengalami luka lebam di bagian wajah, bahu, serta luka lecet di tangan. Ia berharap polisi segera menangkap para pelaku.
“Saya berharap atas laporan saya pelaku segera ditangkap, pak,” katanya dengan nada lemah sambil menahan sakit.
Sementara itu, KA SPK Polrestabes Palembang didampingi Pamapta Ipda Ammar membenarkan adanya laporan terkait kasus pengeroyokan tersebut.
“Laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Pidum untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku,” jelas Ammar.
Polisi kini tengah mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lokasi kejadian untuk mengungkap identitas serta motif para pelaku. (*/red)






