Tak lama setelah insiden tersebut, teman korban segera melaporkan kejadian ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang.
BACA JUGA: Bocah 7 Tahun Hilang Diseret Arus, Jasad Ditemukan 24 Km dari Titik Tenggelam
Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar titik korban diduga tenggelam.
Tim BPBD dibantu oleh warga setempat melakukan penyisiran dengan menyusuri aliran Sungai Musi, baik dari sisi hulu maupun hilir.
Proses pencarian dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya, mengingat kondisi sungai yang cukup lebar dan arus yang tidak menentu.
Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui secara pasti.
Warga sekitar menyebut korban bukan merupakan warga asli Kelurahan Pasar atau Kecamatan Tebing Tinggi.
Korban diduga berasal dari Kota Palembang dan sudah beberapa waktu terakhir terlihat beraktivitas di wilayah tersebut.
BACA JUGA: 153 Desa Terancam Tenggelam? Banyuasin Resmi Siaga Banjir, Warga Diminta Bersiap!
Menurut penuturan warga, korban kerap terlihat bermain angklung keliling bersama beberapa rekannya.
Mereka biasanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mengamen, terutama di kawasan pasar dan permukiman warga.
“Bukan warga setempat, tapi namanya belum tahu secara pasti. Kami sering lihat dia main angklung keliling,” ungkap Lekat, salah satu warga yang turut membantu proses pencarian.
Keberadaan pemain angklung keliling di wilayah Tebing Tinggi memang bukan hal asing.
Selain menjadi hiburan sederhana bagi masyarakat, mereka juga menjadi bagian dari denyut ekonomi informal yang masih bertahan di tengah arus modernisasi.
Namun, kehidupan yang berpindah-pindah dan minimnya akses informasi keselamatan kerap membuat kelompok ini rentan terhadap berbagai risiko.
BACA JUGA: Petani di Musi Rawas Diduga Tenggelam di Sungai Musi, Pencarian Masih Berlanjut
Peristiwa tenggelamnya pria tersebut kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya beraktivitas di sekitar sungai, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang.







