Pemkot Lubuk Linggau Sesuaikan Jam Kerja ASN Jelang Ramadan

oleh -54 Dilihat
oleh
Pemkot Lubuk Linggau segera terbitkan edaran jam kerja ASN selama Ramadan 1447 H demi ibadah khusyuk dan layanan publik tetap optimal. (*/IST)

LUBUK LINGGAU, LINTANGPOS.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 2026 Masehi, Pemerintah Kota kembali bersiap melakukan penyesuaian ritme kerja aparatur sipil negara.

Di Kota Lubuk Linggau, kebijakan ini bukanlah hal baru. Setiap tahun, pemerintah daerah secara rutin menyesuaikan jam kerja ASN sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan ibadah umat Muslim, tanpa mengesampingkan kewajiban utama dalam memberikan pelayanan publik.

Pemkot melalui Sekretaris Daerah Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriansya, memastikan bahwa surat edaran resmi terkait jam kerja ASN akan segera diterbitkan.

Ia menyebut, edaran tersebut kemungkinan besar akan disampaikan satu hingga dua hari sebelum awal Ramadan dimulai. Pola penerbitannya pun mengikuti alur kebijakan nasional.

“Jam kerja akan kita sesuaikan dengan surat edaran. Biasanya dari pemerintah pusat turun ke provinsi, lalu ke kabupaten dan kota. Penyesuaian ini juga termasuk cuti nasional, dan tentu nanti akan dikoordinasikan melalui BKPSDM,” ungkap Trisko.

Menurutnya, penyesuaian jam kerja selama Ramadan hampir selalu memiliki pola yang sama dari tahun ke tahun.

BACA JUGA: Kantor DLH Lubuklinggau Digeledah Jaksa

Jam masuk kantor ASN biasanya dimundurkan sedikit lebih lambat dibanding hari normal. Sebaliknya, jam pulang dipercepat sekitar satu hingga dua jam.

Skema ini dirancang agar ASN memiliki waktu dan energi yang cukup untuk menjalankan ibadah puasa, salat, serta aktivitas keagamaan lainnya.

Namun demikian, Trisko menegaskan bahwa perubahan jam kerja ini tidak boleh dimaknai sebagai kelonggaran yang berujung pada penurunan kinerja.

Justru sebaliknya, Ramadan diharapkan menjadi momentum peningkatan kualitas diri dan profesionalisme aparatur.

“Seluruh ASN diimbau tetap menjaga bahkan meningkatkan kualitas kerja selama Ramadan. Produktivitas harus tetap terjaga. Ibadah seperti tadarus Al-Qur’an di kantor dan pelaksanaan salat wajib tepat waktu justru diharapkan memberi energi positif dalam bekerja,” jelasnya.

Kebijakan penyesuaian jam kerja ini pada dasarnya bertujuan menciptakan keseimbangan antara kewajiban spiritual dan tanggung jawab administratif.

BACA JUGA: Tragis! Mantan Anggota DPRD Lubuklinggau Tewas Terlindas Usai Tabrak Pintu Mobil

Pemerintah Kota menilai, ASN yang dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk akan memiliki ketenangan batin yang berdampak positif pada etos kerja dan kualitas pelayanan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Lubuk Linggau menekankan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.

Penyesuaian jam kerja bersifat teknis dan tidak boleh mengganggu jalannya roda pemerintahan. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan mampu mengatur pembagian tugas dan jam pelayanan agar masyarakat tetap terlayani dengan baik.

Dalam praktiknya, penyesuaian ini juga biasanya diselaraskan dengan kebijakan cuti nasional dan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah pusat.

Dengan demikian, terdapat keseragaman aturan di seluruh daerah, sehingga masyarakat tidak mengalami kebingungan terkait jam layanan kantor pemerintahan selama Ramadan.

Keseragaman kebijakan tersebut dinilai penting, mengingat mobilitas masyarakat lintas daerah cukup tinggi, terutama menjelang dan selama Ramadan.

BACA JUGA: PLTU Bengkulu Terancam Lumpuh, Puluhan Truk Batubara Disetop di Lubuklinggau 

Baik urusan administrasi kependudukan, perizinan, maupun layanan publik lainnya, diharapkan tetap berjalan lancar meski jam kerja mengalami penyesuaian.

Trisko menambahkan, koordinasi lintas instansi menjadi kunci agar kebijakan ini berjalan efektif.

Peran BKPSDM sangat penting dalam menyosialisasikan aturan baru, memastikan disiplin ASN tetap terjaga, serta memantau pelaksanaannya di lapangan.

Dengan terbitnya surat edaran nanti, Pemkot Lubuk Linggau berharap seluruh ASN dapat memahami dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang meningkatkan integritas, kejujuran, dan dedikasi dalam bekerja.

Pemerintah pun optimistis, dengan manajemen waktu yang baik, ibadah yang khusyuk dan pelayanan publik yang prima dapat berjalan beriringan sepanjang bulan suci. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.