Menurutnya, pelabuhan ini akan menjadi pusat perdagangan strategis di wilayah Sumatera bagian selatan (Sumbagsel).
“Pelabuhan ini akan menjadi hub perdagangan dan konsolidasi bagi seluruh hasil hilirisasi sumber daya alam di Sumsel—mulai dari batu bara, gas, karet, kopi, hingga produk lainnya,” ungkap Todotua.
Ia juga memaparkan rencana pemerintah untuk menjadikan kawasan Tanjung Carat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dengan dukungan akses langsung dari jalan tol dan jalur kereta api logistik.
BACA JUGA: Perum BULOG dan Pemkab Muara Enim Tandatangani MoU Pembangunan Infrastruktur Pascapanen
Dukungan Penuh Pemprov Sumsel
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan rasa syukur atas realisasi proyek besar yang telah dinantikan selama puluhan tahun tersebut.
Ia menilai, pelabuhan baru ini adalah solusi atas berbagai persoalan di Pelabuhan Boom Baru, seperti sedimentasi, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas akibat truk besar yang melintasi pusat kota.
“Pelabuhan Boom Baru dibangun sejak 1908. Kini saatnya kita melangkah ke era baru dengan pelabuhan samudra yang lebih modern dan aman,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemprov Sumsel menyerahkan lahan seluas 250.000 meter persegi untuk pembangunan proyek ini.
Gubernur berharap percepatan pembangunan dapat segera dilakukan agar Sumsel mampu mempercepat pertumbuhan ekonominya yang kini berada di angka 5,42%.
BACA JUGA: Gubernur Sumsel Keluhkan Infrastruktur Minim, Produksi Padi Terhambat
Pelabuhan Tanjung Carat nantinya akan terintegrasi dengan jalur tol dan kereta api, menjadikannya simpul logistik utama yang memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai provinsi maritim dengan sembilan sungai besar yang bermuara di Sungai Musi. (*/red)






