Pendapatan APBD Sumsel tertinggal dari nasional, namun belanja daerah melampaui rata-rata. Pemprov fokus kejar target dan prioritaskan infrastruktur 2026. (*/IST)
° Realisasi pendapatan APBD Sumsel masih di bawah rata-rata nasional.
° Namun belanja daerah justru melampaui capaian nasional.
° Gubernur Herman Deru memastikan Sumsel tetap di zona hijau dan fokus mengejar target dengan prioritas infrastruktur 2026.
PALEMBANG, LINTANGPOS.com — Di tengah dinamika fiskal nasional, kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan dua wajah yang kontras.
Di satu sisi, realisasi pendapatan masih tertinggal dari rata-rata nasional. Namun di sisi lain, belanja daerah justru melaju kencang, melampaui performa nasional.
Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri, rata-rata realisasi pendapatan APBD provinsi se-Indonesia telah mencapai 89 persen.
Sementara Sumatera Selatan baru berada di angka 86,18 persen. Meski demikian, Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan kondisi tersebut masih dalam kategori zona hijau.
“Alhamdulillah sampai kemarin kita masih pada zona hijau,” ujar Deru saat dikonfirmasi usai mengikuti Rakor Evaluasi Realisasi APBD TA 2025, Kamis (25/12/2025).
Menariknya, pada sektor belanja, Sumsel justru mencatat kinerja yang lebih agresif.
BACA JUGA: Bongkar Modus Belanja Fiktif PALI, Eks Pejabat Divonis 3,5 Tahun Penjara, Uang Negara Raib Miliaran!
Jika rata-rata nasional baru menyentuh 76,80 persen, realisasi belanja Sumsel telah mencapai 79,85 persen — melampaui rata-rata nasional dan mencerminkan percepatan program pembangunan di daerah.
Dalam rakor tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh daerah mendorong belanja hingga mencapai 100 persen, mengingat belanja pemerintah merupakan motor utama penggerak ekonomi nasional.
Tito juga memaparkan postur APBN 2025 yang mencapai Rp 3.621,3 triliun, dengan alokasi Rp 919,9 triliun untuk transfer ke daerah dan dana desa, serta Rp 2.701,4 triliun untuk belanja kementerian dan lembaga.
Tak hanya itu, Kemendagri juga menyiapkan insentif dan penghargaan bagi 200 pemda berprestasi.
Tahun 2026, pagu anggaran Kemendagri ditetapkan sebesar Rp 7,8 triliun, dengan Rp 1 triliun dialokasikan khusus sebagai insentif daerah.
Page: 1 2
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…