Syaugi menegaskan bahwa meski ketepatan waktu belum optimal, seluruh operasional tetap terkendali dan tidak ada penumpang yang terlantar.
“OTP selama periode Nataru tercatat mencapai 70 persen, namun kami memastikan tidak ada penumpang yang sampai terlantar,” katanya.
Hasil evaluasi Posko Terpadu ini akan menjadi pijakan untuk peningkatan layanan ke depan, khususnya dalam pengelolaan kepadatan di jam sibuk dan perbaikan ketepatan waktu penerbangan.
“Koordinasi berjalan baik, namun tetap menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam peningkatan ketepatan waktu penerbangan,” pungkasnya. (*/red)





