“Kondisi bandara sejak Nataru dimulai berjalan dengan lancar dan koordinasi antar stakeholder berjalan baik dari sisi keamanan maupun keselamatan,” ujar Syaugi, Senin (5/1/2026).
BACA JUGA: Jembatan Darurat Disiapkan, Empat Lawang Siaga! Sumsel Bentengi Jalur Rawan Longsor Jelang Nataru
Puncak arus mudik terjadi pada 24 Desember 2025, ketika volume penumpang menembus 11.000 orang dalam satu hari.
Lonjakan trafik ini turut didorong oleh realisasi 19 penerbangan tambahan (extra flight), dengan rute menuju Jakarta menjadi yang paling dominan.
Data operasional juga mencatat tingkat keterisian pesawat (load factor) mencapai 81,6 persen, sementara utilisasi slot penerbangan menyentuh angka 93,3 persen, menunjukkan pemanfaatan kapasitas bandara yang nyaris maksimal.
Meski demikian, catatan penting masih muncul pada sisi On Time Performance (OTP) yang berada di angka 70 persen.
Syaugi menegaskan bahwa meski ketepatan waktu belum optimal, seluruh operasional tetap terkendali dan tidak ada penumpang yang terlantar.
“OTP selama periode Nataru tercatat mencapai 70 persen, namun kami memastikan tidak ada penumpang yang sampai terlantar,” katanya.
Hasil evaluasi Posko Terpadu ini akan menjadi pijakan untuk peningkatan layanan ke depan, khususnya dalam pengelolaan kepadatan di jam sibuk dan perbaikan ketepatan waktu penerbangan.
“Koordinasi berjalan baik, namun tetap menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam peningkatan ketepatan waktu penerbangan,” pungkasnya. (*/red)







