Jalan tersebut merupakan jalur yang cukup ramai dilalui warga untuk aktivitas sehari-hari, sehingga kejadian ini sempat menghambat mobilitas masyarakat.
Evakuasi Berlangsung Lebih dari Satu Jam
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepahiang, Hendra, ST, menjelaskan bahwa tim segera diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan dari warga.
“Lebih dari satu jam kayu yang menutup akses jalan masyarakat berhasil kita evakuasi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Hendra.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kepahiang melakukan pemotongan dan pembersihan batang pohon yang melintang di badan jalan serta menimpa bangunan warga.
Proses evakuasi dilakukan dengan peralatan khusus untuk memastikan keamanan petugas dan masyarakat sekitar.
Hujan dan Angin Sebabkan Pohon Rapuh
Meski saat kejadian tidak disertai hujan maupun angin kencang, Hendra menerangkan bahwa kondisi cuaca beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama.
“Dalam beberapa hari ini Kabupaten Kepahiang dilanda hujan lebat dan angin kencang. Hal tersebut menyebabkan pohon menjadi rapuh hingga akhirnya tumbang,” jelasnya.
Setelah proses evakuasi selesai, akses jalan di kawasan tersebut kini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki.
BPBD Imbau Warga Waspada
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, BPBD Kepahiang mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, khususnya pohon-pohon besar di dekat permukiman dan jalan umum.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menebang atau memangkas ranting pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan,” pungkas Hendra.
BPBD juga mengingatkan warga agar segera melapor jika melihat pohon yang rawan tumbang, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini. (*/red)






