Alasan Dibukanya Puluhan Ribu Formasi Baru
Pembukaan seleksi PPPK tahap lanjutan ini bukan tanpa alasan.
Dadan menjelaskan bahwa kebutuhan SDM di BGN meningkat seiring dengan penambahan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG).
Hingga beberapa waktu ke depan, jumlah KPPG ditargetkan mencapai 358 unit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Penambahan KPPG otomatis menuntut penguatan sumber daya manusia, khususnya di lapangan.
BACA JUGA: BGN Bantah Isu 5.000 Dapur Fiktif, Begini Mekanisme Pencairan Dana Program MBG
Setiap unit layanan membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memahami aspek administrasi, tetapi juga memiliki kompetensi teknis di bidang gizi, keuangan, dan pengelolaan layanan publik.
“Tanpa dukungan SDM yang memadai, target pelayanan gizi nasional akan sulit tercapai,” menjadi pesan tersirat dari penjelasan pimpinan BGN dalam rapat tersebut.
Gambaran SDM BGN Saat Ini
Saat ini, jumlah sumber daya manusia yang terlibat langsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat mencapai 73.207 orang.
Angka ini menunjukkan bahwa BGN telah mengelola organisasi layanan dengan skala besar dan kompleks.
Rinciannya, sebanyak 32.712 orang berasal dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
BACA JUGA: Anggaran Kurang, Sekolah Gratis Mandek di Tengah Dana MBG Jumbo
Dari jumlah tersebut, 20.937 orang menjabat sebagai kepala SPPG, sementara 11.755 lainnya merupakan peserta magang.
Selain itu, BGN juga melibatkan 20.310 akuntan dan 20.185 tenaga ahli gizi yang berperan penting dalam memastikan kualitas layanan dan akuntabilitas anggaran.
Komposisi ini menunjukkan bahwa BGN tidak hanya fokus pada aspek teknis gizi, tetapi juga pada tata kelola keuangan dan manajemen layanan yang profesional.
Peran Besar Relawan Lokal, Mayoritas Perempuan
Menariknya, BGN juga menggandeng relawan dalam jumlah yang sangat besar.
Hingga kini, tercatat sebanyak 825.936 relawan telah terlibat di seluruh Indonesia dan bekerja di SPPG.
BACA JUGA: Mulai Februari Pegawai SPPG Jadi PPPK, Nasib Guru Honorer Kembali Dipertanyakan
Para relawan ini mengisi berbagai peran penting dalam operasional harian layanan gizi.







