Petugas lapangan mulai melakukan pengolahan tanah hingga penanaman bibit unggul, sebagai langkah strategis untuk mengulang kesuksesan sebelumnya.
BACA JUGA: Belasan Siswa Sekolah Rakyat Dirawat di Rumah Sakit? Ini Kata Kadinsos Empat Lawang
Komoditas buah-buahan, khususnya melon, dinilai memiliki daya tarik kuat.
Selain kualitasnya yang mampu bersaing, hasil pertanian dari Pulo Mas juga terbukti menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman wisata berbasis pertanian.
Bupati Empat Lawang, Dr H Joncik Muhammad, memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan kawasan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemeliharaan berkelanjutan merupakan kunci agar aset daerah ini terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pulo Mas sudah menjadi ikon kebanggaan Empat Lawang. Perawatannya tidak boleh kendor agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Joncik.
Menurutnya, pembenahan agrowisata harus dilakukan secara konsisten agar pengunjung tidak hanya datang sekali, tetapi tertarik untuk kembali melihat perkembangan dan produktivitas pertanian yang ada.
BACA JUGA: Kasus Kredit Rp5 Miliar Bank Pelat Merah Masuk Meja Jaksa
Konsep agrowisata yang diusung Pulo Mas dinilai sebagai strategi cerdas dalam menggabungkan sektor pertanian dan pariwisata.
Dengan tata kelola yang semakin rapi, kawasan ini diharapkan mampu menyuguhkan pemandangan hijau yang asri sekaligus menjadi ruang belajar terbuka tentang teknik bercocok tanam yang efektif.
Ke depan, Pulo Mas diproyeksikan menjadi etalase pertanian modern Empat Lawang, tempat rekreasi, edukasi, dan produktivitas berjalan beriringan. (*/red)






