Kuasa hukum keluarga Gita Fitri Ramadhani menolak hasil rekonstruksi dan mendesak pembukaan alat bukti serta hasil autopsi. (*/IST)
KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Langkah tegas diambil oleh kuasa hukum keluarga almarhumah Gita Fitri Ramadhani usai menggelar rapat internal bersama tim hukum.
Mereka secara resmi menyatakan penolakan terhadap hasil rekonstruksi yang telah dilakukan sebelumnya, dengan alasan masih banyaknya kejanggalan yang dinilai belum terjawab.
Keputusan tersebut bukan tanpa dasar. Dalam keterangannya kepada media, kuasa hukum keluarga, Rustam Efendi, S.H., MBA, menegaskan bahwa hasil rekonstruksi yang dilakukan belum mampu menggambarkan secara utuh kronologi peristiwa yang menyebabkan kematian korban.
“Setelah rapat dengan tim hukum, kami memutuskan menolak hasil rekonstruksi kemarin. Besok kami akan menyampaikan surat resmi secara tertulis,” ujar Rustam dengan nada tegas.
Penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pihak keluarga korban belum puas dengan proses hukum yang berjalan.
Mereka menilai ada sejumlah aspek penting yang justru belum terungkap dalam rekonstruksi tersebut.
BACA JUGA: Rekonstruksi Gita Fitri Ungkap Fakta atau Kunci Kebenaran?
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah belum dibukanya seluruh alat bukti secara transparan.
Dalam pandangan tim kuasa hukum, alat bukti memiliki peran vital dalam mengungkap fakta sebenarnya.
Rustam menyebutkan bahwa sejumlah barang yang diduga berkaitan langsung dengan peristiwa tersebut, seperti botol infus, parang, dan benda lainnya, belum ditampilkan secara jelas dalam proses rekonstruksi.
“Kami meminta seluruh alat bukti ditampilkan secara terang. Ini penting untuk menguji kebenaran secara utuh, bukan sepotong-sepotong,” katanya.
Desakan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa tanpa keterbukaan alat bukti, rekonstruksi hanya menjadi formalitas tanpa substansi yang kuat.
Padahal, dalam kasus yang menyangkut nyawa seseorang, setiap detail memiliki arti penting.
BACA JUGA: Diseret Opini Korupsi, Kuasa Hukum Tantang Buka Fakta Hukum
Selain alat bukti, hal lain yang menjadi sorotan adalah belum diumumkannya hasil autopsi hingga saat ini.
Kondisi ini dinilai janggal, mengingat rekonstruksi sudah lebih dulu dilakukan.
Page: 1 2
Film drama emosional tentang trauma, kehilangan, dan perjalanan berdamai dengan masa lalu, sekaligus pengingat bahwa…
Na Willa menghadirkan kisah masa kecil yang hangat sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih…
Oknum Kades di Musi Rawas ditangkap di Deli Serdang setelah kabur terkait dugaan pemerasan dan…
Lansia berinisial AS ditemukan meninggal di siring Desa Pagar Gunung, Kepahiang. Polisi masih menyelidiki penyebab…
Salah seorang warga, Leki, mengatakan gagal panen terjadi di sejumlah kawasan persawahan atau ladangan di…
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…