Presiden Florentino Perez menyebut ada masalah kredibilitas wasit domestik, terutama setelah gol Arda Guler dianulir, keputusan offside tipis Kylian Mbappé, hingga kartu merah Dean Huijsen melawan Real Sociedad.
Pelatih Madrid, Xabi Alonso, menilai langkah klub wajar sebagai bentuk perlindungan. Namun ia mengingatkan agar fokus tim tidak semata-mata tertuju pada isu wasit.
“Membela kepentingan klub sah-sah saja. Tapi jangan sampai kehilangan konsentrasi pada permainan,” kata Alonso.
Rosell Balik Kritik Madrid
BACA JUGA: Beever-Jones Jadi Pahlawan, Chelsea Women Tumbangkan Leicester dengan Skor Tipis
Rosell tak tinggal diam melihat Madrid membawa isu ke tingkat internasional. Ia menyindir Los Blancos yang menurutnya sering “mengeluh berlebihan.”
“Klub yang mengaku ‘gentleman’ seharusnya tidak menyeret kasus ini terus-menerus. Setelah empat laga saja mereka sudah mengadu ke FIFA. Di mana Negreira sekarang?” katanya.
Eks presiden Barca itu menegaskan bahwa dalam sepak bola, kalah adalah hal wajar.
“Kadang kamu menang, kadang kalah. Itu bagian dari permainan. Jangan semua hal ditimpakan ke wasit,” tegasnya.
Masa Depan Komite Wasit Spanyol
Seiring proses hukum berjalan, muncul pertanyaan besar: akankah ada evaluasi resmi terhadap Komite Wasit Spanyol (CTA)?
BACA JUGA: Manchester United dan Liverpool Terima Manfaat Besar dari FIFA Club Benefits Programme
Jika pengadilan fokus pada sisi finansial, FIFA maupun Federasi Sepak Bola Spanyol berpotensi turun tangan meninjau standar, prosedur, hingga pengawasan kinerja wasit.
Situasi ini bisa menjadi momentum penting.
Hasil akhir tidak hanya menentukan nasib Rosell dan Josep Bartomeu, tapi juga membuka peluang reformasi sistem perwasitan di La Liga.
Dengan sorotan global, sepak bola Spanyol kini berdiri di persimpangan antara menjaga reputasi atau tenggelam dalam bayang-bayang skandal berkepanjangan. (*/red)






