EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com — Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin menegaskan nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai jargon atau seremoni upacara.
Menurutnya, nilai Pancasila harus benar-benar “dibumikan” dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan birokrasi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.
Pernyataan itu disampaikan Fauzan saat diwawancarai usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Pemkab Empat Lawang, Kamis (1/10/2026).
Fauzan mengatakan membumikan Pancasila berarti menjadikan nilai-nilainya menyatu dengan kehidupan masyarakat.
BACA JUGA: Uji Publik Ranperda Ideologi Pancasila di Sumsel, Menyemai Karakter Kebangsaan
“Kalau membumikan itu artinya adalah menyatu dengan jiwa, menyatu dengan tanah yang kita pijak, menyatu dengan udara yang kita hirup,” ujarnya.
Ia menyebut Pancasila merupakan nilai dasar yang membentuk akhlak dan karakter bangsa Indonesia.
Karena itu, masyarakat tidak hanya diminta menghafalkan lima sila, tetapi juga memahami hingga mengamalkannya dalam kehidupan.
“Setelah kita hafal, baru kita paham. Setelah paham, kita mengerti. Setelah mengerti, kita amalkan,” kata Fauzan.
BACA JUGA: SMAN 1 Tebing Tinggi Ukir Prestasi di Palembang, Raih Juara II LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Sumsel
Fauzan mengatakan implementasi nilai Pancasila juga akan menjadi perhatian di lingkungan birokrasi.
Menurutnya, penerapan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk bagaimana aparatur memperlakukan sesama manusia dengan menjunjung nilai kemanusiaan.
“Insyaallah mudah-mudahan kami tetap akan memantau, terutama di kalangan birokrasi, hal yang terkecil saja. Boleh kita bilang seperti memperlakukan manusia dengan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
Ia menilai pengamalan Pancasila tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar.
BACA JUGA: Rahmatullah Terpilih Jadi Ketua DPW LDII Sumsel 2025-2030
Sikap sehari-hari dalam memberikan pelayanan, berinteraksi dengan masyarakat dan memperlakukan sesama menjadi bagian penting dari penerapan nilai tersebut.







