Kebijakan ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Tidak hanya melalui jalur pendidikan formal, tetapi juga melalui jalur nonformal yang berakar langsung di tengah masyarakat.
Ke depan, Pemkab Sidoarjo berharap sinergi antara pemerintah, guru ngaji, TPQ, dan masyarakat dapat terus diperkuat.
Dengan demikian, visi Sidoarjo sebagai daerah yang religius, berkarakter, dan berdaya saing dapat terwujud secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Feyenoord Pertahankan Rekor Sempurna Usai Kalahkan Heerenveen 1-0
“Kami berharap Sidoarjo tumbuh sebagai daerah yang religius dan berkarakter kuat,” pungkas Subandi.
Dengan pencairan insentif yang tinggal menunggu waktu, ribuan guru ngaji dan TPQ di Sidoarjo kini bisa bernapas lega.
Lebih dari sekadar bantuan finansial, kebijakan ini menjadi simbol pengakuan dan penghargaan atas peran penting mereka dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan moral di Bumi Delta. (*/red)
Banggar DPRD Empat Lawang memangkas belanja Rp67,29 miliar dalam APBD Perubahan 2026 setelah proyeksi dana…
Rapat Paripurna DPRD Empat Lawang diskor karena dokumen laporan Banggar dan Pansus belum rampung. Sidang…
Polres Empat Lawang mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian di Desa Canggu. Terduga pelaku JS…
Polres Empat Lawang memperkuat pencegahan Karhutla melalui Makmano Karhutla dengan menyambangi warga dan mengedukasi larangan…
Polsek Talang Padang mendorong warga Desa Canggu memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk memperkuat…
Polres Empat Lawang meraih peringkat II IKPA kategori pagu besar di KPPN Lahat yang membawahi…
View Comments