Ribuan guru ngaji dan TPQ di Sidoarjo menerima insentif Rp350 ribu per orang. Kebijakan ini menegaskan komitmen Pemkab pada pendidikan agama. (*/Ils)
° Pemkab Sidoarjo resmi menyalurkan insentif kepada 5.623 guru ngaji dan TPQ senilai Rp350 ribu per orang.
° Total anggaran Rp23,6 miliar ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya memperkuat pendidikan agama dan karakter generasi muda.
JAWA TIMUR, LINTANGPOS.com – Kabar gembira menyelimuti ribuan guru ngaji dan pengelola Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Setelah penantian panjang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo akhirnya resmi menyalurkan insentif bagi para pendidik nonformal tersebut.
Kepastian ini ditandai dengan ditandatanganinya Surat Keputusan (SK) insentif oleh Bupati Sidoarjo, Subandi.
Berdasarkan data Education Management Information System (EMIS), tercatat sebanyak 5.623 guru ngaji dan TPQ di Sidoarjo berhak menerima insentif.
Masing-masing guru akan memperoleh dana sebesar Rp350.000. Jika ditotal, anggaran yang digelontorkan Pemkab Sidoarjo mencapai Rp23,6 miliar.
Saat ini, proses pencairan tengah dipersiapkan dan diharapkan dalam waktu dekat dana tersebut dapat diterima langsung oleh para penerima manfaat.
BACA JUGA: Viral! Guru Ngaji Diduga Diusir Lurah Talang Betutu Saat Urus Validasi Meteran Mushola
Kebijakan ini bukan sekadar kabar baik dari sisi ekonomi, melainkan juga menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan keagamaan.
Guru ngaji dan TPQ selama ini dikenal sebagai garda terdepan dalam pembinaan akhlak, moral, dan karakter religius masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.
Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan sosial budaya yang semakin kompleks, peran mereka justru semakin penting.
Namun, tak bisa dimungkiri, dedikasi para guru ngaji kerap berjalan dalam keterbatasan, baik sarana, prasarana, maupun dukungan finansial.
Oleh karena itu, insentif ini dinilai sebagai bentuk apresiasi nyata atas pengabdian mereka.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa kebijakan pemberian insentif tersebut memiliki makna strategis.
Menurutnya, membangun daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan karakter dan moral generasi muda.
Polres Empat Lawang menangkap AS, terduga pelaku curanmor, di pondok kebun sawit Lahat. Polisi mengamankan…
Polisi Empat Lawang mendorong pemanfaatan pekarangan bergizi sekaligus memperkuat pencegahan karhutla melalui patroli dan sambang…
Herman Deru menegaskan KDEKS Sumsel harus memperkuat sosialisasi dan kolaborasi agar potensi ekonomi syariah memberi…
Bupati Joncik Muhammad menegaskan KDEKS harus menghasilkan kerja nyata, menggerakkan UMKM, dan memberi dampak langsung…
Truk Dyna terjun ke jurang sedalam 80 meter di Tikungan S Pendopo, Empat Lawang. Pengemudi…
Polres Empat Lawang mengungkap kasus curanmor di Pendopo. Dua terduga pelaku diamankan setelah motor korban…
View Comments