Sering Sakit Hati karena Omongan Orang? Abu Marlo Ungkap Penyebab yang Bikin Merenung

oleh -22 Dilihat
kaisartv, Foto: doc/istimewa

JAKARTA, LINTANGPOS.com – Perkataan buruk dari orang lain sering kali membuat seseorang merasa sakit hati.

Namun, melalui sebuah percakapan reflektif, Abu Marlo dan Sandra Novita membahas sudut pandang berbeda tentang alasan di balik munculnya rasa sakit tersebut.

Dalam reminder tersebut, Abu Marlo menanyakan kepada Sandra apakah dirinya akan merasa sakit hati jika namanya dijelek-jelekkan orang lain.

“Sakit,” jawab Sandra.

Abu Marlo kemudian memberikan ilustrasi sederhana tentang luka fisik.

BACA JUGA: Amirah Zerlett Seraj Angkat Fenomena “Hampir Berhasil”, Mengapa Juara Dua Bisa Terasa Lebih Menyakitkan?

Menurutnya, ketika bagian tubuh yang tidak memiliki luka disentuh, seseorang tidak akan merasakan sakit. Namun, jika bagian yang terluka disentuh, rasa sakit akan langsung terasa.

Dari ilustrasi itu, Abu Marlo menjelaskan bahwa hal serupa juga bisa terjadi pada luka emosional.

Menurutnya, orang lain sebenarnya hanya menjadi trigger atau pemicu yang “menekan tombol” dari luar.

Sementara rasa sakit yang muncul berasal dari luka yang mungkin sudah ada di dalam diri.

BACA JUGA: Belasan Siswa Sekolah Rakyat Dirawat di Rumah Sakit? Ini Kata Kadinsos Empat Lawang 

Ia mengibaratkannya seperti seseorang yang menekan bel rumah. Tombol bel ditekan dari luar, tetapi bunyinya terdengar dari dalam.

“Semua omongan orang yang membuat kita luka, lukanya sudah ada di dalam. Mereka hanya push the button untuk menyadari bahwa kita punya luka,” menjadi inti refleksi yang disampaikan Abu Marlo.

Sandra Novita Akui Mudah Terpicu

Sandra Novita mengaku percakapan tersebut cukup relevan dengan dirinya. Ia menyadari bahwa dirinya termasuk pribadi yang cukup mudah terpicu, cepat marah, bahkan terkadang mengalami ledakan emosi.

BACA JUGA: Pulo Mas Bangkit! Musim Tanam Baru Siap Curi Perhatian Wisatawan

Menurutnya, seseorang yang dianggap menyebalkan mungkin memang melakukan tindakan yang tidak menyenangkan.

Namun, reaksi berlebihan bisa saja muncul karena adanya trauma atau luka emosional yang belum selesai.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.