Kisah Serunting Sakti juga disebut telah masuk dalam Sejarah Nasional I sebagai legenda yang berkembang di kawasan dataran tinggi atau Bukit Barisan.
Hingga kini, kisah Si Pahit Lidah masih diwariskan secara lisan kepada generasi muda.
Pewarisan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ingatan kolektif masyarakat Sumatera Selatan.
Di tengah perkembangan zaman, keberadaan cerita rakyat seperti Si Pahit Lidah menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya tidak selalu tersimpan dalam benda.
Sebagian justru hidup melalui tutur kata, ingatan, dan cerita yang terus disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Karena itu, menjaga kisah Serunting Sakti berarti turut menjaga salah satu bagian dari identitas budaya Sumatera Selatan yang telah hidup selama berabad-abad. (*/red)






