“Hal ini berkaitan langsung dengan intensitas hujan yang cukup signifikan. Desa Rantau Alih termasuk kawasan rawan banjir, sehingga pengawasan debit air harus dilakukan bersama masyarakat,” jelas Danramil Muara Pinang, Kapten Inf Heri Prabowo.
Tak hanya soal bencana alam, patroli juga menyasar aspek keamanan lingkungan.
BACA JUGA: Detik-Detik Jembatan Kelekar Ambruk, Warga Panik Polisi Nyaris Terbawa Arus!
Babinsa bersama warga aktif mendatangi pos keamanan lingkungan (Poskamling) dan memberikan motivasi agar ronda malam kembali dihidupkan.
“Kegiatan ini sangat membantu warga yang sedang berjaga malam agar lingkungan tetap aman, kondusif, dan nyaman,” ujar Kapten Heri.
Ia menegaskan, masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan gerak-gerik mencurigakan kepada Babinsa atau Bhabinkamtibmas agar personel dapat bergerak cepat ke lokasi.
“Dengan begitu masyarakat merasa lebih tenang dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan masyarakat dan komponen pendukung dalam menjaga desa, baik dari ancaman bencana alam maupun tindak kriminal yang dapat meresahkan warga saat malam hari.
“Kami akan terus menempatkan anggota untuk melakukan monitoring desa binaan serta memberikan edukasi agar Poskamling kembali aktif dan warga terlibat langsung dalam ronda malam,” tegas Kapten Heri Prabowo.
BACA JUGA: Dibuka! Kesempatan Emas Jadi Prajurit TNI AL 2026, Ini Syarat Lengkap yang Wajib Kamu Tahu
Dengan sinergi tersebut, diharapkan Desa Rantau Alih mampu menghadapi musim penghujan dengan kesiapsiagaan tinggi dan lingkungan yang tetap aman. (*/red/rls)






