“Ketahanan iklim berarti kemampuan kita untuk tetap tumbuh dan bangkit di tengah perubahan iklim. Karena itu, pangan menjadi faktor utama yang harus dijaga,” tambahnya.
BACA JUGA: Siswa Pelaku Bullying di SMPN Karang Jaya Dikeluarkan dari Sekolah
ICRAF juga menyoroti pentingnya dokumentasi pengetahuan lokal dalam kurikulum.
Banyak sumber pangan tradisional yang diwariskan turun-temurun, namun terancam hilang tanpa upaya pencatatan. Melalui Mulok Kemandirian Pangan, hal tersebut kini menjadi bagian dari pembelajaran sekolah.
“Semoga Mulok Kemandirian Pangan ini menjadi model nasional yang bermanfaat sebagai bekal pendidikan karakter dan ketahanan pangan bagi generasi muda Indonesia,” tutup Andree.
Inisiatif Sumatera Selatan ini menandai babak baru dalam dunia pendidikan Indonesia, di mana ketahanan pangan tidak lagi hanya menjadi urusan sektor pertanian, tetapi juga bagian integral dari pembentukan karakter dan kemandirian siswa.
Dengan dukungan berbagai pihak, Mulok Kemandirian Pangan diharapkan menjadi contoh bagi provinsi lain untuk diadaptasi secara nasional. (*/red)
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin meminta operasional travel dikaji menyusul kecelakaan maut yang menewaskan…
Pemkab Empat Lawang menjadwalkan tiga agenda pada 17 September 2026, mulai Upacara Hari Perhubungan Nasional…
Polsek Talang Padang menggencarkan Makmano Karhutla di Desa Karang Are dan mengimbau warga tidak membuka…
Saiful Zahri kembali dipercaya memimpin DPC Hiswana Migas Lahat periode 2026-2030 setelah terpilih dalam Muscab…
Herman Deru meminta persoalan aktivitas ilegal refinery di Muba segera dicarikan solusi dengan memperhatikan aturan,…
Feby Deru mengajak kader PKK Sumsel memperkuat komunikasi keluarga, meningkatkan iman dan takwa, serta menjadi…