Dengan Virtual Tour, wisatawan baik domestik maupun mancanegara bisa menjelajahi destinasi wisata Sumsel secara digital sebelum berkunjung langsung.
Konsep ini diyakini mampu memperluas jangkauan promosi dan memberikan pengalaman awal yang menarik.
“Teknologi ini bukan hanya sekadar alat bantu, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata Sumsel di tingkat global,” ujar Edward.
Sejalan dengan Misi Pembangunan
BACA JUGA: Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Prabumulih: Sorotan Publik Kian Tajam
Langkah ini sejalan dengan misi pembangunan Sumsel, khususnya misi ke-2, yakni mewujudkan ketahanan ekonomi berbasis sumber daya lokal yang berkeadilan.
Selain itu, juga mendukung misi ke-6, yaitu meningkatkan tata kelola pemerintahan berbasis digital demi pelayanan publik yang berkualitas.
Edward juga mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam mendukung transformasi digital pariwisata, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, akademisi, pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga masyarakat.
“Dengan kolaborasi, kita bisa menjadikan teknologi digital bukan sekadar alat bantu, tetapi motor penggerak pembangunan pariwisata Sumsel. Harapannya, pariwisata kita bisa tumbuh lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” tutupnya. (*/red)







