Ringkasan Berita:
° Banjir bandang akibat luapan Sungai Kapuar menerjang Desa Air Kelinsar, Empat Lawang, Kamis malam (8/1/2026).
Sebanyak 26 rumah terdampak, 7 rusak berat.
° Warga mengungsi dan sangat membutuhkan bantuan logistik akibat material lumpur dan pasir yang menutup rumah.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Empat Lawang sejak sore hari berubah menjadi malam mencekam bagi warga Desa Air Kelinsar, Kecamatan Ulu Musi.
Sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis malam (8/1/2026), Sungai Kapuar meluap, menerjang pemukiman warga dengan arus deras yang membawa material pasir, batu, dan lumpur.
Dalam gelapnya malam, air bah masuk ke rumah-rumah warga begitu cepat.
Kepanikan tak terhindarkan ketika lumpur dan pasir mengubur lantai rumah hingga beberapa sentimeter.
Suara benturan material banjir dan jeritan warga menciptakan suasana darurat di desa yang berada di sepanjang aliran Sungai Kapuar tersebut.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Empat Lawang, sedikitnya 26 rumah terdampak, dengan rincian 7 rumah rusak berat dan 19 rumah tergenang lumpur serta pasir.
BACA JUGA: Usai Nataru, Pagar Alam Dibanjiri Durian dari Empat Lawang
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Empat Lawang, Fero Ananta, mengatakan bahwa aktivitas warga sempat lumpuh total akibat material banjir yang menumpuk di dalam rumah.
“Warga yang rumahnya rusak berat telah kami ungsikan ke rumah sanak keluarga dan tetangga terdekat yang lebih aman,” jelas Fero.
BPBD langsung menerjunkan 6 personel reaksi cepat ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, evakuasi warga, serta membantu pembersihan material banjir yang menghambat aktivitas masyarakat.
Saat ini, belasan Kepala Keluarga di Desa Air Kelinsar sangat membutuhkan bantuan darurat.
Kebutuhan paling mendesak meliputi bahan pangan, pakaian layak pakai, serta perlengkapan kebersihan untuk membersihkan lumpur dan pasir yang menutup rumah.
BPBD Empat Lawang juga mengimbau seluruh warga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Kapuar untuk meningkatkan kewaspadaan.
Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, sehingga risiko banjir susulan tidak dapat diabaikan.
Bagi warga Air Kelinsar, malam itu akan selalu dikenang sebagai malam panjang yang menguji ketahanan dan solidaritas.
Kini mereka berharap, uluran tangan segera datang untuk membantu memulihkan kehidupan yang sempat terkubur bersama lumpur dan pasir Sungai Kapuar. (*/red)





