Categories: Berita Empat Lawang Kasus Sumsel

Tak Kapok Keluar Penjara, Residivis Begal Empat Lawang Ditangkap Lagi

Ringkasan Berita:

Panhari, residivis begal asal Empat Lawang, kembali ditangkap setelah terlibat aksi pembegalan sadis di lima lokasi. Sempat melawan dan bersembunyi di atap rumah, pelaku akhirnya dilumpuhkan polisi. Ia merupakan bagian dari jaringan begal yang meresahkan warga.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Bukannya jera setelah keluar masuk penjara, Panhari justru kembali mengulang jalan gelap yang sama.

Pria asal Desa Manggilan, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang ini kembali berurusan dengan hukum setelah terlibat dalam rangkaian aksi pembegalan sadis yang sempat membuat masyarakat resah dan ketakutan.

Nama Panhari bukanlah sosok asing bagi aparat kepolisian.

Ia dikenal sebagai residivis kasus pembegalan yang sebelumnya telah menjalani hukuman penjara.

Namun, alih-alih memperbaiki diri, Panhari kembali terlibat dalam kejahatan jalanan yang brutal dan terorganisir.

Unit Reskrim Polres Empat Lawang akhirnya berhasil mengamankan Panhari di kediamannya di wilayah Manggilan Landur, Kecamatan Pendopo.

BACA JUGA: Ojol Palembang Dibegal Siang Hari, Motor Raib di Jalan Malaka

Proses penangkapan berlangsung menegangkan. Pelaku sempat melakukan perlawanan dengan membawa senjata tajam dan mencoba menghindari petugas dengan bersembunyi di atas atap rumah.

Situasi tersebut memaksa polisi mengambil tindakan tegas dan terukur demi keselamatan petugas serta warga sekitar.

Setelah upaya persuasif tidak membuahkan hasil, Panhari akhirnya berhasil dilumpuhkan dan diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Dari hasil penyelidikan mendalam, polisi mengungkap bahwa Panhari bukanlah pelaku tunggal.

Ia merupakan satu dari enam anggota jaringan begal yang telah beraksi di sedikitnya lima lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Empat Lawang.

Aksi kelompok ini bahkan sempat viral di media sosial setelah sejumlah korban membagikan pengalaman traumatis mereka.

BACA JUGA: Diancam Pisau, Motor Pelajar Dibegal

Modus operandi yang digunakan tergolong sadis dan terencana.

Para pelaku memilih lokasi-lokasi sepi sebagai tempat beraksi, terutama jalan perkebunan dan jalur penghubung antar desa yang minim penerangan.

Page: 1 2 3

Lintang Pos

Share
Tags: begal motor begal sadis Empat Lawang kejahatan jalanan Sumsel kriminal Empat Lawang pembegalan di Empat Lawang Polres Empat Lawang residivis begal Empat Lawang

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Bupati Joncik Harap Mahasiswa Unhan Motivasi Siswa Sekolah Rakyat

Bupati Joncik Muhammad berharap tujuh mahasiswa Unhan yang ditugaskan di Sekolah Rakyat Empat Lawang mampu…

9 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

Budi Antoni Kembali ke Golkar: Rangkul Kader, Bukan Bermusuhan!

Budi Antoni Aljufri menegaskan kembali ke Golkar untuk berkarya bagi masyarakat. Ia menyebut perbedaan politik…

2 hari ago
  • Berita

Rhendy Andrea Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Empat Lawang

Rhendy Andrea terpilih aklamasi sebagai Ketua DPD II Golkar Empat Lawang periode 2026–2030 dalam Musda…

3 hari ago
  • Berita

Arifa’i Sebut Golkar Mitra Strategis Bangun Empat Lawang

Wakil Bupati Arifa’i berharap Musda Golkar Empat Lawang melahirkan kader terbaik dan memperkuat sinergi partai…

3 hari ago
  • Berita

Calon Ketua DPD Partai Golkar Empat Lawang Mengerucut ke Satu Nama

Verifikasi DPD Golkar Sumsel menemukan kekurangan kecil dalam berkas pencalonan. Dari dua pengambil berkas, hanya…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

David Aljufri Dorong Kaderisasi Jelang Musda Golkar Empat Lawang

David Hardianto Aljufri menekankan kaderisasi menjelang Musda Golkar Empat Lawang. Ia berharap pengurus baru memperkuat…

4 hari ago