Tak Kunjung Dibantu Pemerintah, Warga Sukamulya Patungan Beli Ambulans Demi Selamatkan Nyawa

oleh -101 Dilihat
oleh
Warga Desa Sukamulya patungan membeli ambulans demi layanan darurat setelah permintaan bantuan tak digubris. Gotong royong jadi solusi nyata. (*/IST)

Ringkasan Berita: 

° Warga Desa Sukamulya, OKU Timur, bergerak swadaya menggalang iuran sukarela untuk membeli ambulans setelah pengajuan bantuan dari pemerintah tak terealisasi.

° Langkah ini lahir dari kebutuhan mendesak layanan darurat dan menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong warga.


OKU TIMUR, LINTANGPOS.com – Warga Desa Sukamulya di Kecamatan Semendawai Suku III, OKU Timur, Sumatera Selatan, belakangan ini menunjukkan bahwa solidaritas kadang bekerja lebih cepat daripada birokrasi.

Ketika permintaan bantuan mobil ambulans kepada pemerintah dan anggota DPRD tak kunjung membuahkan hasil, warga memilih bangkit bersama—menggalang iuran sukarela untuk membeli ambulans dengan tangan mereka sendiri.

Kebutuhan itu bukan muncul tiba-tiba. Desa Sukamulya sudah lama kesulitan mengakses transportasi darurat, baik untuk membawa pasien menuju rumah sakit terdekat maupun mengantar jenazah ke pemakaman.

Setiap detik yang terbuang dalam perjalanan bisa berarti nyawa, dan bagi warga, menunggu kepastian bantuan pemerintah bukan lagi pilihan.

Pirjon, salah satu tokoh masyarakat, menyebut gerakan patungan ini lahir dari rasa peduli yang tumbuh semakin kuat di antara warga.

“Kami berharap mobil ambulans ini dapat membantu masyarakat Desa Sukamulya dalam menghadapi situasi darurat dan meningkatkan akses layanan kesehatan,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).

BACA JUGA: Gejolak OKU! Dua Legislator Dicokok, KPK Bongkar Babak Baru Skandal Suap di Balik Pintu DPRD

Lebih dari sekadar kendaraan medis, ambulans desa ini kelak juga akan menjadi sarana penghormatan terakhir bagi warga yang berpulang.

Menurut Pirjon, ambulans tersebut akan difungsikan pula untuk mengantarkan jenazah dengan cara yang lebih layak dan khidmat—sebuah kebutuhan yang selama ini belum terpenuhi.

Ia menegaskan, keputusan untuk swadaya bukan tanpa alasan.

“Kita sudah melakukan pengajuan mobil ambulans, namun tidak ada realisasi, maka kita masyarakat melakukan iuran secara sukarela,” tuturnya.

Kini, di tengah keterbatasan, warga Sukamulya membuktikan satu hal: bahwa kebutuhan mendesak bisa dijawab oleh kekuatan persatuan.

Ketika birokrasi tak mampu menghadirkan solusi cepat, gotong royong justru menjadi jalan paling nyata.

BACA JUGA: Puluhan Pasutri di OKU Timur Akhirnya Dinikahkan Lagi, Proses Cuma Sehari dan Gratis!

Dengan hadirnya ambulans dari dana patungan ini, warga Desa Sukamulya bukan hanya menyediakan fasilitas darurat, tetapi juga menghidupkan kembali nilai kebersamaan yang menjadi fondasi masyarakat desa sejak dulu. (*/red)


No More Posts Available.

No more pages to load.