Menurut pengakuan Tatang di persidangan, pada malam kejadian ia menginap di rumah korban.
Terjadi cekcok yang memanas; Tatang mengaku pertama kali membekap Rika menggunakan kain yang mirip tali, kemudian menekan punggung korban dengan dengkul dan menekan menggunakan tumit hingga korban tak berdaya.
Setelah itu, Tatang mengikat korban dengan maksud menutupi jejak dan membuatnya terlihat seperti bunuh diri.
BACA JUGA: Pemkab Empat Lawang Perkuat Langkah Kendalikan Inflasi, Bupati Joncik Tekankan Kontrol Pasar Rutin
Ia juga mengaku sempat mengambil jam tangan, gelang, cincin, dan ponsel milik korban sebelum pergi.
“Saya tidak mau. Dia marah lalu maki-maki saya. Karena emosi makanya saya bunuh… Saya menyesal dan minta maaf kepada anak serta keluarga korban,” ujar Tatang saat memberikan pembelaan di hadapan majelis.
Keterangan terdakwa juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan korban berlangsung sekitar dua tahun dan korban diduga menjadi selingkuhan Tatang.
Tatang sendiri diketahui telah menikah dua kali dan memiliki seorang anak; istri kedua serta anaknya tinggal di Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas.
Selama proses penyelidikan, teman korban sempat menghubungi ponsel Rika.
Tatang mengaku sempat menjawab pesan dengan pura-pura mengatakan korban sedang berada di Bengkulu untuk menutup jejak.
BACA JUGA: Pemkab Muara Enim Buka Beasiswa S1 dan S2 untuk Guru, Kerja Sama dengan UNPARI Lubuk Linggau
Pernyataan itu menjadi salah satu rangkaian fakta yang terungkap dalam berkas perkara dan persidangan.
Kuasa hukum terdakwa dari tim Advokat Pusbakum Silampari yang dipimpin oleh Bambang Satia Darma, S.H. mendampingi Tatang sepanjang persidangan.
Sementara JPU dari Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau menyatakan pikir-pikir usai putusan, menandakan mereka mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya.
Kasus ini kembali menyoroti persoalan hubungan gelap dan dampak kekerasan dalam relasi personal.
Putusan majelis hakim diharapkan memberi kepastian hukum sekaligus menjadi peringatan agar konflik personal tidak berujung pada tindakan kriminal yang menghilangkan nyawa. (*/red)





