Saksi BNN mengungkapkan bahwa aliran dana tersebut mengalir ke rekening milik Debyk dan Sutarnedi, dengan nominal bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah per transaksi.
BACA JUGA: Anggota DPRD Ogan Ilir Terseret Mafia Tanah, Gerindra Angkat Bicara
Salah satu transaksi yang menjadi sorotan majelis hakim adalah transfer dari Kadafi kepada Debyk melalui rekening BCA.
“Transfer tersebut tercatat masing-masing sebesar Rp25 juta hingga Rp75 juta, dan terjadi sebanyak tiga kali pada tahun 2013,” ungkap saksi di ruang sidang.
Transaksi ini menjadi salah satu pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk menelusuri lebih jauh jaringan pencucian uang yang diduga terkait langsung dengan peredaran narkotika.
Nama Debyk sendiri bukan sosok baru dalam radar aparat. Ia sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) BNN Sumatera Selatan sebelum akhirnya berhasil ditangkap di area parkiran sebuah minimarket di Palembang.
Penangkapan tersebut membuka babak baru dalam pengungkapan kasus ini.
Dari hasil penggeledahan terhadap Debyk, petugas menyita sejumlah aset bernilai tinggi.
BACA JUGA: Heboh! BNN Sita Rumah Crazy Rich Selapan Ilir, Warga Geger Cari Jejak Harta Rp52,7 Miliar
Barang bukti yang diamankan antara lain mobil mewah, sepeda motor, uang tunai dalam jumlah besar, mata uang asing, telepon genggam, serta beberapa kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Meski demikian, Debyk bersikukuh membantah bahwa seluruh aset tersebut berasal dari aliran dana narkotika.
Sementara itu, terdakwa utama H. Sutar alias Sutarnedi ditangkap lebih belakangan, yakni pada 28 Juli 2025, di kawasan Tangga Takat, Palembang.
Penangkapannya menandai babak penting dalam pengusutan dugaan TPPU yang menjerat sosok yang dikenal luas sebagai crazy rich di OKI tersebut.
Penggeledahan di sejumlah lokasi milik Sutarnedi menghasilkan temuan yang tak kalah mencengangkan.
Aparat menemukan berbagai kendaraan mewah, dokumen kepemilikan tanah, buku tabungan, hingga puluhan kartu ATM dari berbagai rekening bank.
Fakta ini memperkuat dugaan bahwa aliran dana ilegal telah disamarkan melalui banyak jalur keuangan.







