Namun setelah penetapan itu, perjalanan hukum Wilson berliku. Ia empat kali mangkir dari panggilan penyidik tanpa keterangan jelas.
Ketidakhadirannya berkali-kali membuat Kejari menerbitkan status Daftar Pencarian Orang (DPO).
Upaya pencarian pun dilakukan oleh tim intelijen Kejari Palembang, sampai akhirnya Wilson memilih menyerahkan diri.
Penyerahan diri itu membuka jalan bagi penyidik menuntaskan berkas hingga dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke pengadilan.
Kini, proses hukumnya resmi berjalan di hadapan majelis hakim.
BACA JUGA: Tiga Tahun Kabur! Sopir Sawit Akhirnya Diciduk di Rumahnya Saat Malam Hari, Apa Kasusnya?
Potensi Perkara Turunan: Dugaan Perintangan Penyidikan
Kejari Palembang tak berhenti pada dakwaan korupsi.
Jaksa juga tengah mendalami dugaan adanya pihak-pihak yang sengaja menghalangi jalannya penyidikan.
Jika ditemukan indikasi obstruction of justice, penegakan hukum dipastikan akan berlanjut ke pihak lain.
Persidangan terhadap Wilson kembali menyita perhatian publik, bukan hanya karena perjalanan hukumnya yang dramatis, tetapi juga karena kemungkinan terungkapnya peran-peran tambahan di balik proyek pengadaan batik perangkat desa itu.






