DO menyebut bayinya dalam kondisi normal saat ditinggalkan, dan ia membantah menyebabkan luka-luka tersebut.
“Mengenai penyebab luka sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegas Hutahaean.
Sementara itu, pihak RSUD Sungai Lilin mengungkap kondisi kritis bayi saat tiba.
Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Iis Martilopa, M.K.M, mengatakan bahwa tim medis menemukan tiga luka berbentuk lubang pada bagian perut serta kondisi hipotermia yang mengancam nyawa.
BACA JUGA: Dua Pelajar Empat Lawang Jadi Korban Begal Usai Mendaki Bukit Kaba
Upaya intensif di ruang NICU tak cukup menstabilkan kondisi sang bayi. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.04 WIB.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari pakaian yang digunakan DO saat persalinan, kantong plastik pembungkus, sampel darah, hingga gunting dan surat keterangan kematian bayi.
Sementara itu, DO masih menjalani perawatan medis sambil menunggu proses hukum. (*/red)





