Respons publik pun mengalir deras. Banyak pengguna Facebook, khususnya warga Empat Lawang, mengecam keras aksi pelaku yang dinilai sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan.
Simpati untuk korban berdatangan, disertai kemarahan dan tuntutan agar aparat keamanan meningkatkan patroli di wilayah rawan kejahatan, terutama di jalur lintas Sumatera yang menjadi urat nadi transportasi antarwilayah.
Bagi sebagian warga, Jembatan Gandeng bukanlah lokasi asing dalam catatan kerawanan.
BACA JUGA: Diancam Pisau, Motor Pelajar Dibegal
Kondisi jalan yang sepi, minim penerangan, dan jauh dari permukiman kerap dianggap menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.
Kasus yang menimpa Efri seolah menjadi alarm keras bahwa ancaman begal masih nyata dan dapat menimpa siapa saja, terlebih mereka yang bekerja hingga malam hari seperti kurir, sopir, dan pedagang.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam penanganan medis akibat luka-luka yang dideritanya.
Sementara itu, harapan besar disematkan kepada aparat kepolisian agar pelaku segera tertangkap dan rasa aman masyarakat dapat dipulihkan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres Empat Lawang, Iptu Adam Rahman, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal.
“Sudah diatensi. Anggota sudah hunting wilayah di situ untuk mengetahui keberadaan pelaku,” ujarnya singkat. (*/red)





