Dalam operasi pengamanan itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa kaos dalam anak warna kuning, celana pendek bermotif kartun, serta dress anak berwarna biru navy bertuliskan “Ballerina Cappuccino”.
Barang-barang tersebut diduga berkaitan dengan tindakan yang dilakukan pelaku terhadap korban.
Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap NS, termasuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain.
Penanganan kasus dilakukan dengan mengedepankan prosedur hukum dan perlindungan terhadap anak.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan identitas korban, serta menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat berwenang.
Jika warga memiliki informasi tambahan tentang dugaan korban lain, Polres Prabumulih meminta agar segera melapor. (*/red)







