Pascaroboh, warga harus memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya jauh lebih panjang.
“Sekarang kalau mau ke desa sebelah harus cari jalan lain. Jaraknya lebih jauh dan tentu makan waktu. Ini sangat menyulitkan, apalagi bagi warga yang tiap hari bolak-balik untuk bekerja atau berdagang,” sambung Ridho.
BACA JUGA: Detik-Detik Jembatan Kelekar Ambruk, Warga Panik Polisi Nyaris Terbawa Arus!
Proses evakuasi truk dan muatan alat berat juga membuat situasi semakin rumit.
Selama evakuasi berlangsung, akses benar-benar ditutup demi keselamatan. Warga pun terpaksa menyesuaikan aktivitas mereka.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan.
Mereka menilai peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Harus ada pembatasan tegas. Dipasang palang atau rambu di kedua sisi jembatan supaya kendaraan bertonase besar tidak bisa masuk,” tegas Ridho.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Ogan Ilir, AKP Herman Ansori, membenarkan kejadian tersebut.
BACA JUGA: Ngeri! Jembatan Gantung di Mura Hampir Ambruk, Polisi Turun Tangan Selamatkan Warga
Pihak kepolisian langsung melakukan pengamanan di lokasi dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan lanjutan.








