UGM Nilai Empat Lawang Layak Jadi Kawasan Transmigrasi Masa Depan

oleh -121 Dilihat
oleh
Guru Besar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Suratman, MSc saat diwawancarai di Empat Lawang, Rabu (9/9/2026). Foto: dok/LINTANGPOS.com

Joncik menyebut pola transmigrasi saat ini telah mengalami perubahan. Karena itu, Empat Lawang membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah.

BACA JUGA: Mitsubishi L300 2026 Hadir Lebih Modern, Tetap Tangguh Jadi Andalan Bisnis Transportasi

“Pola transmigrasi itu kan sudah berubah, tidak seperti dulu lagi,” kata Joncik.

Menurutnya, konsep Trans Patriot sangat cocok diterapkan di Empat Lawang. Program tersebut dapat melibatkan anak muda dan para sarjana untuk menggali potensi lokal sekaligus mengembangkan komoditas unggulan daerah.

“Kira-kira cocoknya Empat Lawang ini gaya pola transmigrasi patriot,” ujarnya.

Joncik menegaskan, kopi menjadi salah satu potensi utama yang perlu dikembangkan. Selain kopi, potensi pertanian lainnya juga dapat digali sehingga program transmigrasi tidak hanya berorientasi pada perpindahan penduduk.

BACA JUGA: Jagoan Muara Pinang Tersungkur, Polisi Bongkar Transaksi Sabu

Empat Lawang sendiri bukan wilayah yang asing dengan program transmigrasi. Bupati menyebut terdapat sejumlah desa yang memiliki sejarah sebagai kawasan transmigrasi, di antaranya Tanjung Jaya, Mekar Jaya, Mekar Utama dan Pulaumas.

Dengan rekam jejak tersebut, pemerintah daerah kini melihat peluang untuk membawa konsep transmigrasi ke arah yang lebih modern dan produktif.

Jika konsep yang ditawarkan UGM dapat diwujudkan, kawasan transmigrasi di Empat Lawang diharapkan tidak sekadar menjadi permukiman baru, tetapi berkembang menjadi kawasan berbasis produksi, riset, teknologi, kewirausahaan dan potensi lokal.

Kopi menjadi salah satu pintu masuk yang diproyeksikan mampu menghubungkan petani, akademisi, pemerintah, dunia usaha dan jaringan pasar dalam satu ekosistem pembangunan.

BACA JUGA: Dunia Tanpa Sopir Dimulai! Robotaxi Resmi Masuk Jalanan Global, Uber–Tesla–Baidu Perang Teknologi Transportasi

Hasil FGD tersebut selanjutnya menjadi salah satu bahan dalam penyusunan Naskah Akademik dan RUU Ketransmigrasian, sekaligus membuka peluang bagi Empat Lawang untuk masuk dalam desain transmigrasi Indonesia dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masa depan. (*jie)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.