Namun, niat tulusnya justru berujung pada penolakan dan pertikaian kecil dengan pihak kelurahan. Dalam video yang viral itu, Rumala Dewi terdengar meluapkan keresahannya karena merasa dipersulit dalam proses perizinan.
“Ya Allah Pak Lurah, kamu itu untuk pelayan masyarakat. Apalagi ini untuk mushola,” ujarnya dengan suara bergetar.
Postingan akun tersebut sontak menarik perhatian ribuan warganet.
Banyak yang menilai tindakan sang lurah tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik yang seharusnya melayani masyarakat tanpa pandang bulu.
Beberapa komentar menyoroti bahwa pelayanan untuk kepentingan rumah ibadah seharusnya menjadi prioritas, bukan malah menimbulkan ketegangan.
“Kalau benar ini Lurah Talang Betutu, semoga segera diklarifikasi. Jangan sampai nama baik instansi pemerintah rusak hanya karena perilaku tidak pantas,” tulis salah satu pengguna Instagram.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Sukarami maupun Pemerintah Kota Palembang.
Namun, publik berharap kejadian ini dapat menjadi evaluasi bagi pelayanan publik di tingkat kelurahan, terutama dalam hal komunikasi dan empati kepada warga.
Peristiwa ini juga menambah daftar panjang video viral yang memicu perdebatan soal etika pelayanan masyarakat di instansi pemerintahan. (*/red)








