Panduan lengkap batas minus sekolah kedinasan 2026, dari yang paling longgar hingga paling ketat, untuk membantu peserta menyiapkan diri sejak awal. (*/ILS)
° Sebelum daftar sekolah kedinasan 2026, calon peserta perlu memahami aturan kesehatan, terutama batas mata minus.
° Setiap sekolah punya standar berbeda—mulai dari yang longgar seperti PKN STAN hingga sangat ketat seperti STIN dan Poltek SSN.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Para siswa kelas akhir SMA/SMK mulai mempersiapkan diri menghadapi pendaftaran sekolah kedinasan tahun 2026.
Salah satu aspek penting dalam seleksi kedinasan adalah syarat kesehatan, terutama kondisi mata minus yang kerap menjadi penentu kelolosan peserta.
Setiap sekolah kedinasan memiliki aturan berbeda mengenai batas dioptri, toleransi silinder, hingga ketentuan buta warna.
Karena itu, peserta perlu memahami lebih awal apakah kondisi penglihatan mereka sesuai dengan persyaratan dari tiap instansi.
Standar kesehatan ditetapkan berdasarkan karakteristik tugas masing-masing lembaga.
Sebagian institusi menuntut ketelitian visual tinggi, sementara lainnya memberikan toleransi lebih luas.
Perbedaan inilah yang membuat calon peserta perlu mencermati syarat kesehatan sebelum mendaftar.
Pemeriksaan mata umumnya dilakukan setelah peserta lolos Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di bawah koordinasi BKN.
Tahap ini menjadi bagian integral seleksi fisik bersama pengecekan pendengaran, gigi, postur, dan kondisi umum lainnya.
Hasil penelusuran di laman resmi masing-masing sekolah menunjukkan adanya perbedaan batas dioptri yang cukup signifikan.
BACA JUGA: Polres Musi Rawas Gelar Operasi Gaktiblin di Sembilan Polsek Jajaran
Berikut daftarnya:
Menjadi salah satu yang paling longgar. Tidak membatasi minus, plus, silinder, maupun buta warna pada tahap administrasi. Ketentuan detail biasanya ditetapkan pada pemeriksaan lanjutan.
Mengizinkan mata minus atau plus hingga 6 dioptri. Namun tidak mentoleransi kondisi buta warna. Standar ini termasuk yang paling tinggi bagi peserta dengan penglihatan kurang optimal.
BACA JUGA: Mulai 2026! 888 Ribu Murid TK Dapat Uang Sekolah Rp450 Ribu dari Pemerintah
Menerapkan batas minus maksimal 4 dioptri dan silinder hingga 2 dioptri. Peserta yang diterima diwajibkan melakukan operasi lasik dengan biaya mandiri sebagai syarat lanjutan.
Membatasi minus atau plus maksimal 1 dioptri. Standarnya ketat dan umumnya hanya dapat dipenuhi peserta dengan penglihatan mendekati normal.
Mengizinkan minus atau plus hingga 1 dioptri tanpa toleransi silinder maupun buta warna. Persyaratannya mirip STIN dan termasuk dalam kategori seleksi fisik ketat.
BACA JUGA: Mulai 2026! Semua Guru Wajib Ikut Pelatihan Khusus ABK, Sekolah Inklusif Bakal Berubah Total?
Sementara itu, beberapa sekolah lain seperti IPDN, Sipencatar Kemenhub, dan Poltekim Kemenkumham biasanya tidak mencantumkan batas dioptri secara rinci pada pengumuman awal.
Page: 1 2
Lovlavina membagikan perubahan pandangannya soal pakaian. Kini, ia lebih nyaman dengan outfit simpel dan warna…
Prilly Latuconsina membagikan pandangannya tentang kemandirian perempuan, stigma gender, hingga makna pernikahan dalam perbincangan bersama…
Telkom menyatakan siap mendukung digitalisasi Pemkab Empat Lawang, terutama konektivitas perkantoran baru dan interkoneksi perangkat…
Prof Suratman menilai Empat Lawang layak menjadi kawasan transmigrasi masa depan dengan konsep berbasis kopi,…
Bupati Joncik Muhammad mendorong Empat Lawang menjadi kawasan transmigrasi, dengan mengandalkan potensi lahan dan pengembangan…
Pemkab Empat Lawang menggelar tiga agenda strategis, mulai pengawasan konstruksi hingga FGD RUU Ketransmigrasian pada…