Puluhan warga Suku Anak Dalam telantar di Lahat akibat janji program transmigrasi mandiri yang tak jelas, hidup terkatung tanpa kepastian, Senin (22/9/2025). Foto: Istimewa
Lahat, LintangPos.com – Sebanyak 13 kepala keluarga atau sekitar 30 jiwa, termasuk anak-anak dan balita, kini hidup dalam kondisi telantar di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat.
Mereka berasal dari Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan merupakan bagian dari kelompok Suku Anak Dalam (SAD) yang sempat dijanjikan mengikuti program Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM).
Namun, harapan mereka pupus. Empat bulan sejak direkrut, program yang dijanjikan tak pernah terealisasi.
Warga pun terpaksa bertahan hidup seadanya di pondok program ketahanan desa, dengan persediaan makanan yang kini sudah habis.
“Persediaan makanan sudah tidak ada, bahkan mereka sampai harus mencari hewan liar untuk dimakan,” ungkap Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Kikim Barat, Bostandi, Senin (22/9/2025).
BACA JUGA: Motor Hasil Curas Ditemukan, Polsek Lintang Kanan Kembalikan ke Pemilik
Kondisi yang dialami membuat kelompok SAD ini sangat tergantung pada uluran tangan masyarakat sekitar.
Menurut Bostandi, bantuan resmi dari pemerintah belum kunjung datang, padahal situasi ini menyangkut nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat. Bukan hanya pangan, tapi juga kesehatan. Ini soal kemanusiaan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Lahat, Joni Efendi, menegaskan bahwa program TSM sejatinya belum pernah berjalan di wilayah mereka.
“Transmigrasi Swakarsa Mandiri adalah program dengan pembiayaan mandiri oleh warga, sedangkan lahan disediakan pemerintah. Tapi sampai sekarang belum ada program itu di Kabupaten Lahat. Kalau ada yang merekrut warga dengan dalih TSM, besar kemungkinan itu tidak resmi,” jelas Joni.
BACA JUGA: 14 Atlet Voli Putra Lahat Kantongi Tiket Livoli Divisi I
Kasus ini pun menuai keprihatinan. Fathir, warga setempat, berharap pemerintah segera memberikan kejelasan dan solusi.
Page: 1 2
Polres Empat Lawang meraih peringkat II IKPA kategori pagu besar di KPPN Lahat yang membawahi…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin menargetkan daerah bebas rabies 2030 setelah 230 kasus gigitan…
Polres Empat Lawang mengungkap kasus curanmor di Tanjung Kupang. Seorang terduga pelaku diamankan, polisi masih…
Mendagri Tito Karnavian bersama istri mengunjungi stand Dekranasda Empat Lawang dalam Kriyanusa 2026 di JCC…
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Tebing Tinggi, Empat Lawang, Minggu siang. Warga menyambut gembira…
ORADO Empat Lawang mengirim 14 atlet ke Open Tournament Domino Piala Panglima TNI di Lahat.…