Harga Sembako di Empat Lawang Stabil, Dinas Siapkan Langkah Antisipasi

oleh -198 Dilihat
Pemantauan harga kebutuhan pokok di Empat Lawang tunjukkan stok aman, harga stabil, dengan langkah cepat melalui operasi pasar dan GPM, Selasa (23/9/2025). Foto: dok/Dinas Ketapang Empat Lawang

Empat Lawang, LintangPos.com – Menjelang akhir pekan, pemerintah Kabupaten Empat Lawang kembali melakukan pemantauan harga dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

Pemantauan dilakukan di Pasar Pulo Mas dan sejumlah toko di sepanjang jalan utama pusat perbelanjaan Tebing Tinggi, ibukota Kabupaten Empat Lawang.

Tim gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Ekonomi Pembangunan (Ekobang) terjun langsung ke lapangan.

Dari hasil pantauan, stok kebutuhan pokok dinilai cukup dengan harga yang relatif stabil.

Harga Terkini di Pasar

Berdasarkan catatan lapangan, harga sejumlah bahan pokok masih terkendali.

BACA JUGA: Motor Hasil Curas Ditemukan, Polsek Lintang Kanan Kembalikan ke Pemilik

Harga telur berada di kisaran Rp27.000 per 15 butir, minyak goreng Rp20.000 per liter, beras berkisar Rp14.750–Rp15.200 per kilogram, sedangkan cabai merah dijual antara Rp65.000–Rp70.000 per kilogram.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Pangan, Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa stabilitas harga ini juga ditopang oleh program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di berbagai titik kecamatan, seperti di Muara Pinang dan Pendopo Barat.

Fokus pada Harga Beras

Meski sebagian besar harga stabil, beras menjadi perhatian utama.

Untuk menekan potensi lonjakan harga, pemerintah telah menggelar operasi pasar.

Pihaknya juga mendorong agar Bulog membuka kembali penjualan beras SPHP melalui Rumah Pangan Keluarga (RPK) di Empat Lawang.

BACA JUGA: Longsor Ancam Jembatan Sungai Beliti, Jalur Lintas Sumatera Dijaga Ketat

“Dengan keterlibatan RPK, kita berharap harga beras tidak melambung tinggi. Apalagi saat ini Empat Lawang sedang memasuki masa panen, sehingga ketersediaan seharusnya mencukupi,” ungkap Taufiqurrahman.

Namun, dalam pemantauan di lapangan ditemukan adanya penjualan beras SPHP di beberapa kios Pasar Pulo Mas.

Diduga beras tersebut dipasok dari Kabupaten Lahat, meski Dinas Ketahanan Pangan Empat Lawang tidak merekomendasikan distribusi tersebut jika melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Peran Bulog dan RPK

Keterlibatan RPK dalam distribusi beras SPHP sebelumnya sempat berjalan positif.

Menurut keterangan Fafi Fortuna, pada Februari 2025 lalu, RPK di Tebing Tinggi tercatat menyalurkan hingga 40 ton beras SPHP ke masyarakat.

BACA JUGA: Polisi Sita 1,7 Kg Emas Ilegal di Jambi, Tiga Pengepul Jadi Tersangka

“Kami berharap Bulog Lahat bisa kembali bekerja sama, sehingga RPK bisa berperan aktif menjaga ketersediaan beras murah di pasaran,” tambah Taufiqurrahman.

Langkah Cepat Pemerintah

Selain berharap pada peran Bulog, Dinas Ketahanan Pangan Empat Lawang terus bergerak cepat. GPM dan operasi pasar akan terus digelar secara berkala di berbagai kecamatan.

Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.

Dengan stok yang masih aman dan harga yang terkendali, masyarakat Empat Lawang diharapkan tidak panik menghadapi isu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Pemerintah berkomitmen menjaga kestabilan pasokan dan harga, terutama beras sebagai kebutuhan utama. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.