Ringkasan Berita:
Kemendikdasmen menyiapkan empat program pelatihan guru pada 2026, mulai dari bahasa Inggris, coding dan AI, bimbingan konseling, hingga pembelajaran deep learning. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas guru dan memperkuat literasi, numerasi, serta kesiapan siswa menghadapi masa depan.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional kembali mendapat sorotan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi peningkatan kompetensi guru di Indonesia.
Melalui sejumlah program pelatihan yang telah dirancang, pemerintah ingin memastikan guru tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi peserta didik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan setidaknya ada empat program pelatihan guru yang akan dijalankan pada 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan Instagram @metrotv dan dikutip pada Selasa, 27 Januari 2026.
Menurut Mu’ti, pelatihan ini disiapkan sebagai bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas guru sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era digital dan global.
BACA JUGA: Guru Tak Lagi Sendiri, Negara Turun Tangan Lindungi Pendidik
1. Pelatihan Bahasa Inggris untuk Guru
Program pertama yang disiapkan adalah pelatihan bahasa Inggris, khususnya bagi guru bahasa Inggris.
Langkah ini dinilai krusial mengingat bahasa Inggris masih menjadi salah satu keterampilan utama yang dibutuhkan di tingkat global, baik dalam dunia pendidikan, teknologi, maupun dunia kerja.
“Pelatihan bahasa Inggris untuk guru-guru bahasa Inggris,” ujar Abdul Mu’ti.
Dengan adanya pelatihan ini, guru diharapkan tidak hanya menguasai materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkan metode pengajaran yang komunikatif dan kontekstual.
Peningkatan kompetensi guru bahasa Inggris diharapkan berdampak langsung pada kemampuan literasi bahasa asing siswa sejak dini.
2. Pelatihan Coding dan Artificial Intelligence (AI)
Sejalan dengan perkembangan teknologi, Kemendikdasmen juga menyiapkan pelatihan coding dan artificial intelligence (AI) bagi para guru.
Program ini menjadi relevan karena mata pelajaran coding dan AI mulai diperkenalkan di sekolah.
“Kami juga ada pelatihan coding dan AI untuk guru yang akan mengajar coding dan AI,” jelas Mu’ti.
Pada jenjang sekolah dasar (SD), coding dan AI dapat mulai diajarkan sejak kelas 4.
Sementara itu, di tingkat SMP dan SMA, pembelajaran ini dapat diterapkan di seluruh tingkat kelas.
BACA JUGA: Tunjangan Sertifikasi Guru 2026, Berikut Nominal Lengkap Semua Golongan
Meski demikian, Mu’ti menegaskan bahwa mata pelajaran coding dan AI tidak bersifat wajib.
Tujuan utamanya bukan untuk membebani siswa, melainkan sebagai sarana penguatan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung (calistung), serta literasi dan numerasi.
Dengan pendekatan yang tepat, coding dan AI diharapkan mampu melatih pola pikir logis, pemecahan masalah, dan kreativitas siswa.
3. Pelatihan Bimbingan Konseling untuk Semua Guru
Program ketiga yang tak kalah penting adalah pelatihan bimbingan konseling (BK).
Berbeda dari pendekatan sebelumnya yang lebih menitikberatkan peran BK pada guru tertentu, kali ini pelatihan ke-BK-an akan menyasar seluruh guru.
BACA JUGA: Pendaftaran S1/D4 Guru Diperpanjang, Peluang Besar hingga 2026
“Ada pelatihan ke-BK-an, karena semua guru nanti akan melaksanakan tugas BK,” ungkap Mu’ti.
Kebijakan ini menunjukkan perubahan paradigma bahwa tanggung jawab pembinaan karakter dan pendampingan siswa bukan hanya milik guru BK, tetapi menjadi tugas bersama seluruh pendidik.
Pelatihan ini diharapkan mampu membekali guru dengan keterampilan dasar dalam memahami kondisi psikologis siswa, menangani permasalahan belajar maupun sosial, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif.
4. Pelatihan Pembelajaran Deep Learning
Program keempat adalah pelatihan pembelajaran yang kini dikenal dengan metode deep learning.
Dalam konteks pendidikan, deep learning bukan semata-mata tentang teknologi kecerdasan buatan, tetapi pendekatan pembelajaran mendalam yang berfokus pada pemahaman, makna, dan keterlibatan aktif peserta didik.
BACA JUGA: BSU Kemenag 2026 Cair Lagi, Guru Madrasah Tarik Napas Lega
Kemendikdasmen telah merumuskan empat kerangka utama dalam pembelajaran deep learning yang akan menjadi acuan pelatihan guru.
1. Strategi Mengajar
Guru didorong untuk memilih strategi mengajar yang berorientasi pada tujuan belajar dan dimensi profil lulusan.
Pembelajaran mendalam menekankan pengalaman belajar autentik, praktik nyata, serta pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.
2. Kemitraan Pembelajaran
Pembelajaran tidak lagi menjadi tanggung jawab guru semata.
BACA JUGA: BSU Kemenag 2026 Cair Lagi, Guru Madrasah Tarik Napas Lega
Melalui kemitraan pembelajaran, hubungan dinamis dibangun antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional.
Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran menjadi kolaborasi bersama.
3. Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran dirancang dengan mengintegrasikan ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar.
Ruang belajar dibuat fleksibel untuk mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga mampu mengakomodasi beragam gaya belajar peserta didik.
4. Pemanfaatan Teknologi
BACA JUGA: Gaji Guru Swasta Mau Diatur Negara, Sekolah Panik?
Teknologi digital berperan sebagai katalisator pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual.
Akses terhadap berbagai sumber belajar membuka peluang bagi terciptanya pengetahuan yang lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata siswa.
Menjawab Tantangan Pendidikan Masa Depan
Empat program pelatihan guru yang dirancang Kemendikdasmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia pendidikan yang unggul.
Di tengah tantangan globalisasi, transformasi digital, dan dinamika sosial yang terus berubah, guru dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi.
Pelatihan bahasa Inggris, coding dan AI, bimbingan konseling, serta deep learning bukan hanya soal peningkatan kompetensi teknis.
Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu memperkuat peran guru sebagai pendidik, pembimbing, dan fasilitator pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Dengan pelaksanaan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, program pelatihan guru 2026 ini berpotensi menjadi fondasi penting bagi peningkatan mutu pendidikan Indonesia secara menyeluruh. (*/red)





