Air PDAM Dikeluhkan Warga, Wali Kota Lubuk Linggau Bongkar Solusi dari IKK hingga SPAM Watervang

oleh -157 Dilihat
Pemkot Lubuk Linggau siapkan 4 IKK, SPAM Watervang, dan solusi Batu Urip untuk menjawab keluhan layanan PDAM Tirta Bukit Sulap yang ramai disorot warga. (*/ils)

Ringkasan Berita:

° Keluhan layanan PDAM Tirta Bukit Sulap menjadi perhatian serius Pemkot Lubuk Linggau.

° Wali Kota Rachmat Hidayat membeberkan pembangunan 4 IKK, rencana SPAM Watervang, hingga solusi wilayah Batu Urip demi memulihkan kepercayaan masyarakat dan memaksimalkan distribusi air bersih.


LUBUK LINGGAU, LINTANGPOS.com – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan PDAM Tirta Bukit Sulap kini menjadi sorotan utama Pemerintah Kota Lubuk Linggau.

Bukan tanpa alasan, distribusi air bersih yang belum merata membuat Pemkot turun langsung mengevaluasi infrastruktur dan sistem operasional PDAM.

Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, menegaskan bahwa Pemkot telah membangun empat Instalasi Kota Kecamatan (IKK) sebagai langkah konkret memperkuat pelayanan air bersih.

Keempatnya yakni IKK Petanang, IKK Kupang, IKK Jukung, dan IKK Watas.

“Untuk IKK Petanang sudah selesai dan kemarin kita cek langsung, airnya bagus,” ungkap Wali Kota.

Sementara tiga IKK lainnya masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan rampung pada awal 2026.

BACA JUGA: Ruko Terkunci, Temuan Mengerikan! Honorer PDAM OKU Selatan Ditemukan Tak Bernyawa

Tak berhenti di situ, Pemkot juga merancang pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di kawasan Watervang.

SPAM ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung distribusi air PDAM, ditambah dengan pemasangan booster di sejumlah titik rawan tekanan air, seperti di wilayah Karya Bakti.

“Saat ini pompanya sedang kita uji. Kalau memang mampu mengalirkan 40 liter per jam, mungkin tidak perlu lagi booster di Karya Bakti,” jelasnya.

Sementara itu, persoalan di wilayah Batu Urip yang sempat viral juga diakui Wali Kota.

Operasional PDAM di kawasan tersebut terpaksa dihentikan sementara karena biaya listrik yang tinggi tidak sebanding dengan pemasukan.

“Tunggakannya mencapai Rp120 juta. Banyak masyarakat yang tidak percaya lagi dengan PDAM,” ujarnya.

BACA JUGA: Status Guru Honorer Resmi Dihapus? DPR Peringatkan Pemerintah Soal Ancaman Krisis Baru!

Untuk sementara, suplai air di Batu Urip dibackup menggunakan genset, sehingga aliran air tidak bisa setiap hari, melainkan tiga hari mengalir dan dua hari berhenti.

Ke depan, Pemkot berkomitmen mencari formula terbaik agar layanan PDAM di Batu Urip kembali normal.

Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat melalui lurah dan camat, penyertaan modal untuk biaya listrik, hingga rencana sambungan air gratis lengkap dengan meteran sekitar tahun 2027.

Wali Kota optimistis, dengan rampungnya empat IKK, tambahan SPAM Watervang, dan booster di sejumlah titik, pelayanan PDAM di Lubuk Linggau akan jauh lebih maksimal.

“Siapapun direkturnya, kalau mesin dan pompanya tidak diganti, keluhan masyarakat akan terus berulang,” tegasnya. (*/red)