Beras Hilang Satu Gayung, Minyak Kurang Se-liter, Skandal Bansos Terusan Muara Bikin Warganet Meledak!

oleh -158 Dilihat
Dugaan pemotongan bansos di Terusan Muara viral. Warga klaim bantuan berkurang dan diminta bayar. Pejabat desa membantah, warganet desak penindakan. (*/Ils)

Ringkasan Berita:

° Laporan warga soal dugaan pemotongan bansos di Desa Terusan Muara viral.

° Beras 20 kg diduga berkurang, minyak goreng tak utuh, dan warga diminta bayar Rp40 ribu.

° Camat dan kades membantah, sementara warganet mendesak kasus diusut tuntas.


BANYUASIN, LINTANGPOS.com – Di Desa Terusan Muara, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, cuaca panas siang itu seolah ikut menyulut emosi warga.

Percakapan tentang bansos yang katanya “tidak utuh” merambat cepat dari teras rumah ke linimasa media sosial, hingga akhirnya viral dan memancing riuh warganet.

Kisah mulai meletup ketika beberapa warga mengaku menerima paket bantuan berbeda dari yang dijanjikan: beras 20 kilogram yang berkurang satu gayung dan minyak goreng empat liter yang hanya tiba tiga liter.

Seolah belum cukup, sebagian warga juga mengaku diminta membayar Rp40 ribu sebagai syarat mengambil bantuan.

“Viralkan, bantuan itu tidak ada biaya admin. Ada oknum yang mencari keuntungan,” tulis akun mamadewi, yang komentarnya dibanjiri ratusan respons.

Tak sedikit pula yang menyeret pejabat daerah.

BACA JUGA: Cair Lagi! Bansos Pendidikan PIP Akhir November 2025 Resmi Masuk Rekening, Cek Nama Anda di Sini!

“Payo pak bupati, tindak tegas oknum itu,” seru akun Novaridhoca, menandai Bupati Banyuasin Askolani dalam unggahannya.

Warganet menuntut penyelidikan, menilai ada potensi penyalahgunaan bantuan masyarakat miskin dan rentan miskin.

Namun, pemerintah setempat punya versi berbeda.

Camat Sumber Marga Telang, Putra, yang dikonfirmasi, mengakui bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat, tetapi menegaskan tidak ada pemotongan sama sekali.

“Cuma miss saja. Untuk lebih jelas, silakan konfirmasi ke kades,” ujarnya.

Kepala Desa Terusan Muara, Wancik, yang dimintai keterangan, juga tak banyak bicara. “Idak benar,” jawabnya singkat, menolak tudingan pengurangan bantuan.

BACA JUGA: Cair Rp 6 Juta! Bansos Mahasiswa Tangerang 2026 Dibuka, Cek Syarat & Cara Daftarnya di Sini SEBELUM TERLAMBAT! 

Bansos yang dimaksud merupakan paket beras 20 kilogram dan minyak goreng empat liter untuk warga terdata dalam DTKS Kemensos, serta keluarga miskin dan rentan miskin.

Meski bantahan sudah dilontarkan, kegaduhan di masyarakat belum usai.

Warga menunggu kejelasan, sementara warganet terus menyuarakan desakan untuk mengusut dugaan praktik yang dianggap merugikan penerima bantuan.

Apakah ini benar hanya “miss”, atau ada cerita lain di balik satu gayung beras yang hilang? Warga kini berharap jawaban yang transparan—dan segera. (*/red)