Chozali, Penjaga Jejak Si Pahit Lidah dari Pagar Alam

oleh -261 Dilihat
Sumber: Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Selatan.

Betapa terkejutnya ia ketika melihat tujuh perempuan yang diyakini sebagai bidadari turun dari kayangan untuk mandi.

Dari sinilah rangkaian kisah panjang Serunting Sakti bermula.

BACA JUGA: Kemenangan Sejarah! Makam Pangeran Kramojayo Resmi Kembali Jadi Cagar Budaya — “Tangan Tuhan” di Balik Putusan PTTUN Palembang!

Selendang Bidadari dan Asal-usul Tari Kebagh

Dengan siasat tertentu, Si Badrin berhasil mengambil selendang salah satu bidadari. Selendang itu kemudian disembunyikannya di rumah.

Akibat kehilangan selendang, bidadari bungsu tidak dapat kembali ke kayangan. Ia kemudian tinggal bersama Si Badrin dan akhirnya menjadi istrinya.

Namun, kehidupan mereka tidak berlangsung selamanya.

Ketika Si Badrin menikahi perempuan lain bernama Putri Bimbang Ati, ia meminta istri pertamanya menari di hadapan para tamu.

Bidadari bungsu bersedia dengan satu syarat: ia harus mengenakan selendangnya.

BACA JUGA: Bukit Siguntang, Wisata Sejarah dan Alam di Palembang yang Sarat Nilai Budaya

Permintaan itu dipenuhi.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.